UIN Siber Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi tuan rumah pelaksanaan #NyatAInDiCanva Roadshow, program pengembangan kompetensi digital hasil kolaborasi antara Canva dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Auditorium Utama Gedung Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menghadirkan ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti pelatihan keterampilan digital berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mengusung semangat #NyatAInDiCanva, kegiatan ini bertujuan memperkuat kreativitas, literasi digital, dan kemampuan memanfaatkan teknologi desain sebagai sarana komunikasi sekaligus solusi atas berbagai tantangan di era digital. Program tersebut juga menjadi bagian dari kampanye menyambut World Youth Skills Day yang mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi transformasi digital.
Kolaborasi Strategis Cetak Talenta Digital Indonesia
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Drs. Agus Suherman, S.H., M.H., Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Kota Cirebon yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon. Dalam sambutannya, ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara tingginya penetrasi internet di Indonesia dengan tingkat literasi digital masyarakat.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus menjadi kompetensi utama agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi digital yang inovatif dan berdaya saing.
“Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong percepatan transformasi digital melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Literasi digital harus menjadi bekal agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
UIN Siber Dorong Transformasi Digital Berbasis Etika
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi berbasis digital.

Ia menjelaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai satu-satunya Cyber Islamic University di Indonesia saat ini telah melayani lebih dari 5.000 mahasiswa pendidikan jarak jauh serta terus mengembangkan berbagai layanan akademik berbasis digital, termasuk sistem pembelajaran dan ujian paperless.
Meski demikian, menurutnya, transformasi digital harus tetap dibarengi dengan penguatan karakter dan etika.
“Teknologi dan AI merupakan alat yang sangat membantu proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh mengurangi daya kritis mahasiswa. Penggunaan AI harus tetap disertai proses klarifikasi melalui sumber-sumber ilmiah yang kredibel sehingga menghasilkan pengetahuan yang berkualitas,” tegasnya.
Prof. Aan juga mengajak seluruh peserta untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dengan tetap menjunjung nilai-nilai moral dan etika dalam setiap aktivitas digital.
Canva: Desain untuk Semua, AI untuk Produktivitas
Sementara itu, Jihan Aryani, Country Community Lead Canva Indonesia, menegaskan bahwa Canva hadir dengan misi memberdayakan semua orang agar mampu berkarya melalui desain tanpa dibatasi usia maupun latar belakang profesi.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI yang telah terintegrasi di Canva memungkinkan proses pembuatan desain maupun presentasi menjadi jauh lebih efisien.

“Desain bukan hanya tentang estetika, tetapi merupakan media komunikasi dan alat untuk memecahkan berbagai persoalan secara visual. Dengan AI, siapa pun kini dapat menuangkan ide menjadi karya hanya dalam hitungan menit,” jelasnya.
Menurutnya, melalui kampanye #NyatAInDiCanva, Canva ingin membantu generasi muda Indonesia lebih percaya diri mengeksplorasi kreativitas sekaligus meningkatkan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Komdigi: AI Harus Menjadi Alat Produktivitas, Bukan Ancaman
Pandangan senada disampaikan Alfreno Kausa Ramadan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan lahirnya 9 juta talenta digital Indonesia, sehingga kolaborasi dengan Canva menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pelatihan digital yang inklusif.

Menurutnya, AI memiliki potensi besar meningkatkan produktivitas, tetapi juga harus digunakan secara bertanggung jawab agar tidak memunculkan persoalan baru seperti misinformasi maupun penyalahgunaan teknologi.
“AI adalah pedang bermata dua. Jika digunakan dengan benar, AI mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Namun, tanpa etika, AI juga dapat menjadi ancaman. Karena itu, literasi digital harus berjalan beriringan dengan literasi etika,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan AI Canva untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah, termasuk menghasilkan inovasi desain berbasis budaya lokal seperti Batik Mega Mendung.
Peserta Dibekali Praktik Pemanfaatan AI Canva
Selain sesi keynote, peserta juga mengikuti pelatihan interaktif bersama Indriyatno Banyumurti dan Syammas Fitria yang membahas pemanfaatan fitur-fitur Canva serta kecerdasan buatan dalam mendukung proses pembelajaran, pembuatan presentasi, konten digital, hingga pengembangan personal branding.
Melalui berbagai praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman menggunakan AI secara efektif untuk menghasilkan karya visual yang komunikatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan maupun industri.
Mendorong SDM Digital yang Siap Menghadapi Masa Depan
Pelaksanaan #NyatAInDiCanva Roadshow menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem talenta digital Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya penggunaan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab.
Sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini turut mendukung penguatan kualitas pendidikan melalui peningkatan literasi digital (SDG 4: Quality Education) serta mendorong inovasi dan transformasi digital sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang adaptif (SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang terus memperluas kolaborasi strategis guna melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.


