Kementerian Agama RI Bersama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Satukan Langkah Membangun Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang Aman, Setara, dan Berkeadilan
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) menjadi tuan rumah Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia dengan tema “Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam yang Adil Gender, Inklusif, dan Terbebas dari Segala Bentuk Kekerasan.”
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 30 Juni hingga 3 Juli 2026, dipusatkan di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan diikuti oleh perwakilan PSGA dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
Konsolidasi nasional ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mewujudkan kampus yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender, inklusivitas, perlindungan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Pada hari pertama, Selasa (30/6/2026), para tamu dan peserta disambut langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., Ketua LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.A., serta Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas, Masri’ah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah penyelenggaraan konsolidasi nasional tersebut.
Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai PTKI di Indonesia dan memperkenalkan Cirebon sebagai salah satu kota bersejarah yang melahirkan banyak tokoh perempuan inspiratif dalam perjuangan bangsa.
“Selamat datang di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Cirebon bukan hanya dikenal sebagai kota budaya dan peradaban Islam, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang melahirkan tokoh-tokoh perempuan pejuang yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Semangat tersebut menjadi inspirasi bagi kita untuk terus membangun pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Prof. Aan.
Menurutnya, konsolidasi nasional ini memiliki arti yang sangat strategis karena menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan.
Prof. Aan juga menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan transformasi digital, tetapi juga menjadikan nilai-nilai keadilan gender, perlindungan anak, penghormatan terhadap hak penyandang disabilitas, serta pencegahan kekerasan sebagai bagian penting dari budaya akademik.
Sementara itu, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., mewakili Kementerian Agama Republik Indonesia, menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi nasional ini merupakan upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan arah kebijakan kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.
Menurutnya, PSGA memiliki peran yang sangat strategis dalam mengawal implementasi kebijakan Kementerian Agama terkait pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus.
“Konsolidasi nasional ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar-PSGA di seluruh Indonesia, menyamakan persepsi, berbagi praktik baik, sekaligus merumuskan langkah-langkah bersama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam yang lebih adil gender, inklusif, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” ungkap Dr. Nur Kafid.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, menghormati keberagaman, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan mampu menghadirkan ruang belajar yang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Ketua LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.A., menegaskan bahwa penguatan kerja-kerja PSGA merupakan bagian penting dari pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan perlindungan kelompok rentan.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Masri’ah, M.Ag., menyampaikan bahwa selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi diskusi, konsolidasi program, penyusunan rekomendasi nasional, serta berbagi pengalaman terbaik dalam mengembangkan pusat studi gender di masing-masing perguruan tinggi.
Melalui konsolidasi nasional ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran PSGA sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, advokasi, penelitian, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat dalam mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang inklusif, berkeadilan gender, ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus menjadi kampus yang adaptif terhadap perubahan, unggul dalam inovasi, serta berperan aktif membangun peradaban pendidikan tinggi Islam yang humanis, moderat, inklusif, dan berdaya saing global.









