UIN Siber Cirebon (Kudus) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon yang berlangsung selama tiga hari, 29–31 Juli 2026. Forum strategis ini mengusung tema “Peningkatan Kolaborasi PTKIN Menuju Kampus Bereputasi Internasional” sebagai upaya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Islam negeri dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era global.
Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus ini dihadiri para rektor, wakil rektor, dekan, pimpinan lembaga, serta pengelola strategis dari PTKIN di wilayah Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon. Selama tiga hari, para peserta membahas berbagai isu penting mulai dari tata kelola perguruan tinggi, internasionalisasi, transformasi digital, hingga penguatan daya saing PTKIN.
Rektor UIN Sunan Kudus Sambut Hangat Delegasi PTKIN
Membuka kegiatan tersebut, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi yang hadir.
“Selamat datang Bapak dan Ibu pimpinan PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon di Kudus. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan sekaligus membawa keberkahan bagi UIN Sunan Kudus,” ungkapnya.
Ia berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar-pimpinan PTKIN, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Menurut Prof. Abdurrohman Kasdi, rangkaian kegiatan telah disusun secara sistematis. Hari pertama diawali dengan pembukaan resmi dan pengarahan dari Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si. Hari kedua diisi dengan sidang komisi untuk membahas berbagai isu strategis yang dihadapi PTKIN, sementara hari ketiga difokuskan pada perumusan dan pengesahan rekomendasi bersama sebagai langkah tindak lanjut forum.
Bahas Tantangan Nyata yang Dihadapi PTKIN
Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan PTKIN Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang tengah dihadapi PTKIN.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah fenomena menurunnya jumlah registrasi mahasiswa baru di sejumlah PTKIN. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan bersama yang harus direspons melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan daya saing perguruan tinggi.
“Penurunan registrasi mahasiswa merupakan fenomena yang sedang dihadapi banyak PTKIN. Karena itu, forum ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman, mencari solusi, dan menyusun strategi bersama agar PTKIN tetap mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan yang terjadi,” jelas Prof. Zaenal Mustakim.
Selain persoalan penerimaan mahasiswa baru, forum juga membahas berbagai isu strategis lainnya, seperti kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), implementasi regulasi terbaru pasca terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA), hingga kebijakan pembatasan perjalanan dinas ke luar negeri yang dinilai berdampak terhadap upaya internasionalisasi perguruan tinggi.
Menurut Prof. Zaenal, kerja sama internasional merupakan salah satu indikator penting dalam akreditasi institusi maupun program studi. Oleh karena itu, PTKIN memerlukan dukungan kebijakan yang mampu memperkuat jejaring akademik global.
“Perguruan tinggi memiliki karakteristik yang berbeda dengan instansi pemerintah pada umumnya. Internasionalisasi, kolaborasi riset, mobilitas akademik, dan kerja sama luar negeri merupakan bagian dari indikator mutu yang harus terus didukung agar PTKIN mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadir dengan Delegasi Lengkap
Keseriusan membangun kolaborasi juga ditunjukkan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengirimkan delegasi lengkap dalam forum tersebut.
Delegasi dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi para Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Biro AKU, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Kelembagaan (LPPMK), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Direktur Pascasarjana.
Kehadiran jajaran pimpinan secara lengkap menjadi wujud komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, dan mempercepat transformasi menuju Cyber Islamic University yang bereputasi internasional.
Partisipasi aktif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga menjadi bagian dari strategi penguatan sinergi antar-PTKIN dalam menghadapi berbagai perubahan di dunia pendidikan tinggi, termasuk transformasi digital, peningkatan kualitas layanan akademik, serta pengembangan kerja sama nasional dan internasional.
Kolaborasi Menjadi Kunci Masa Depan PTKIN
Melalui sidang komisi yang berlangsung selama tiga hari, para peserta menyusun berbagai rekomendasi strategis sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi PTKIN.
Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, memperluas kolaborasi lintas perguruan tinggi, memperkuat komunikasi publik, serta mempercepat langkah PTKIN menuju kampus yang unggul dan bereputasi internasional.
Forum ini juga mempertegas bahwa keberhasilan PTKIN di masa depan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, PTKIN optimistis mampu melahirkan ekosistem pendidikan tinggi Islam yang semakin maju, adaptif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global.






