UIN Siber Cirebon — Memasuki fase krusial dalam rangkaian persiapan dunia kerja, UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar program berkelanjutan bagi para mahasiswanya. Pada pertemuan kedelapan, sesi Job Preparation kali ini mengangkat tema “Verbal Mastery” dengan fokus pendalaman materi “Verbal Associative”. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Workplace, kembali memicu antusiasme tinggi dari ratusan peserta yang bersiap menembus ketatnya persaingan industri profesional.
Sesi edukatif kali ini menghadirkan Putri Beny Mawarsih, M.Pd., seorang pakar yang mengupas tuntas seluk-beluk pemahaman bahasa dan logika verbal dalam seleksi kerja. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Verbal Associative merupakan instrumen penting dalam psikotes kerja yang dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa, logika verbal, serta ketajaman asosiasi makna antar kata. Untuk mempermudah pemahaman peserta, materi taktis ini dirangkum ke dalam formula ringkas bernama “SiJenTik” yang merupakan singkatan dari Sinonim, kata maJemuk, dan kata semanTik.
“Dalam menghadapi psikotes kerja, penguasaan logika bahasa bukan sekadar tentang menghafal arti kata di kamus. Ini adalah tentang bagaimana kita melihat pertautan makna dan menguji sejauh mana logika kita berjalan secara spontan namun akurat,” ujar Coach Putri di sela-sela presentasinya.
Lebih mendalam, pemateri membedah tiga jenis sinonim yang kerap mengecoh pelamar kerja, yaitu sinonim mutlak (makna sama persis dan dapat saling menggantikan), sinonim semirip (memiliki perbedaan nuansa makna tergantung konteks), dan sinonim selingkung (sangat terikat pada bidang atau situasi tertentu). Tidak hanya itu, pembahasan juga bergeser pada penguasaan kata majemuk sebagai gabungan dua kata atau lebih yang membentuk kesatuan arti baru, yang ditandai dengan ciri khas ketidaktersisipan, ketidakterluasan, dan ketakterbalikan.
Suasana kelas daring mendadak atraktif saat memasuki sesi pembahasan soal. Ratusan peserta secara aktif berlomba-lomba menjawab latihan soal yang disajikan di layar. Fokus utama dalam sesi ini bergeser dari sekadar mencari jawaban benar, menjadi sebuah ruang evaluasi di mana peserta diajak menganalisis kesalahan-kesalahan logika sebelumnya untuk diperbaiki secara instan.
Mengingat padatnya materi analitis yang menguras energi, moderator mengajak peserta untuk melakukan ice breaking yang interaktif di tengah-tengah acara. Agenda penyegaran ini sengaja dirancang, untuk meredam tekanan mental dan menjaga kebugaran fokus para peserta selama sesi berlangsung.
“Kami ingin memastikan atmosfer belajar tetap kondusif. Ice breaking ini penting agar peserta tidak mengalami stres atau kejenuhan mental saat dihadapkan pada soal-soal logika yang membutuhkan konsentrasi tinggi,” Coach Putri menekankan pentingnya menjaga ritme energi.
Kepala UPT Pengembangan Karir UIN Siber Cirebon, Wahyono, M.Pd.I, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi dan progres yang ditunjukkan oleh para mahasiswa hingga pertemuan kedelapan ini. Ia menegaskan bahwa kemampuan verbal dan psikotes sering kali menjadi batu sandungan utama jika tidak dilatih secara analitis.
“Kemampuan Verbal Mastery ini adalah cerminan dari bagaimana seseorang berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bernalar di dunia kerja. UPT Pengembangan Karir berkomitmen penuh untuk terus mendampingi mahasiswa melalui simulasi taktis seperti ini. Kami ingin lulusan UIN Siber memiliki kesiapan mental dan intelektual yang matang, sehingga saat menghadapi meja ujian kerja nyata, mereka bisa melaluinya dengan penuh percaya diri,” pungkas Wahyono.
Rangkaian program Job Preparation ini ditujukan, guna melengkapi portofolio kesiapan karier mahasiswa, menjadikan alumni UIN Siber Cirebon sebagai instrumen sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di ranah global.


