UIN Siber Cirebon (Digos, Filipina) — Pembelajaran lintas negara tidak selalu harus dimulai dari ruang konferensi. Kadang, kolaborasi justru menjadi lebih hidup ketika dosen berdiri di depan kelas dan mahasiswa dari dua negara bertemu dalam satu ruang belajar.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Visiting Lecturer yang dilaksanakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di UM Digos College, Filipina, dalam rangkaian International Collaboration Research, Visiting Lecturer, and Community Service 2026, 10–15 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, S.E., M.Si. dan Yati Haryati, M.Sc. hadir sebagai visiting lecturer untuk berbagi pengetahuan, pengalaman akademik, dan perspektif Indonesia kepada mahasiswa UM Digos College.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kolaborasi internasional antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UM Digos College. Tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, visiting lecturer juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa.
Membawa Perspektif Indonesia ke Kelas Filipina
Ketika memasuki ruang kelas UM Digos College, Dr. Hj. Dewi Fatmasari dan Yati Haryati tidak hanya membawa materi perkuliahan.
Mereka juga membawa perspektif akademik Indonesia.
Mahasiswa UM Digos College mendapatkan kesempatan untuk mengenal bagaimana isu-isu ekonomi, bisnis, pariwisata, dan pengembangan masyarakat dibahas dalam lingkungan akademik Indonesia.
Interaksi tersebut membuat suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis. Mahasiswa dapat mendengarkan pengalaman dari dosen yang berasal dari negara lain sekaligus memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.
Bagi mahasiswa Filipina, kehadiran visiting lecturer menjadi pengalaman untuk melihat sebuah topik dari sudut pandang yang berbeda.
Sementara bagi Dr. Hj. Dewi Fatmasari dan Yati Haryati, berada di ruang kelas UM Digos College memberikan pengalaman untuk memahami karakter mahasiswa dan dinamika pembelajaran di perguruan tinggi Filipina.
Dengan demikian, proses belajar berlangsung dua arah.
Bukan hanya dosen Indonesia yang berbagi kepada mahasiswa Filipina. Dosen UIN Siber Cirebon juga belajar dari pertanyaan, respons, dan interaksi mahasiswa di UM Digos College.
Dr. Hj. Dewi Fatmasari: Kelas Menjadi Ruang Pertukaran Gagasan
Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si menilai kegiatan visiting lecturer memiliki nilai penting dalam pengembangan pengalaman akademik internasional.
Menurutnya, kolaborasi pendidikan tinggi akan semakin bermakna ketika dosen dan mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertemu secara langsung.
“Visiting lecturer memberikan kesempatan kepada kita untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar dari lingkungan akademik yang berbeda. Dari sini, mahasiswa dapat melihat bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui dialog dan pertukaran pengalaman,” ungkap Dr. Hj. Dewi Fatmasari.
Menurutnya, pengalaman internasional juga dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi dan berdiskusi dengan masyarakat akademik dari negara lain.
Hal tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda yang akan menghadapi dunia kerja dengan lingkungan yang semakin terbuka dan terhubung.
Yati Haryati: Belajar dari Perbedaan
Senada dengan itu, Yati Haryati, M.Sc., melihat visiting lecturer sebagai kesempatan untuk membangun jembatan akademik antara Indonesia dan Filipina.
Menurut Yati, perbedaan lingkungan pendidikan justru dapat menjadi sumber pembelajaran.
“Perbedaan cara belajar, pengalaman, dan lingkungan akademik bukan menjadi penghalang. Justru dari perbedaan itu kita bisa saling belajar dan menemukan perspektif baru,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap kesempatan internasional.
Bagi mahasiswa, dunia tidak lagi hanya berada di sekitar kampus. Perkembangan teknologi dan konektivitas global telah membuat mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan siapa saja dari berbagai negara.
Pengetahuan Tidak Mengenal Batas Negara
Kegiatan visiting lecturer juga memperkuat semangat international exposure yang menjadi bagian penting dalam pengembangan mahasiswa.
Pertemuan antara dosen Indonesia dan mahasiswa Filipina memperlihatkan bahwa pengetahuan tidak mengenal batas negara.
Sebuah gagasan yang lahir di ruang kelas Indonesia dapat didiskusikan di Filipina. Sebaliknya, pengalaman akademik dari Filipina dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan di Indonesia.
Inilah kekuatan kolaborasi internasional.
Ketika perguruan tinggi saling membuka ruang, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Mereka tidak hanya belajar dari buku dan materi kuliah, tetapi juga dari manusia, budaya, dan lingkungan akademik yang berbeda.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global kepada sivitas akademika.
Dari Cirebon ke Digos, pengetahuan bergerak melintasi batas negara.
Satu ruang kelas, dua negara, banyak perspektif.
Melalui visiting lecturer, FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa kolaborasi internasional bukan sekadar tentang bertemu dan berbagi program. Lebih dari itu, kolaborasi adalah tentang belajar bersama, saling memahami, dan tumbuh bersama melalui pengetahuan.


