UIN Siber Cirebon (Bendungan, Kab Cirebon) – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa KKN Kelompok 74 secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, untuk melaksanakan pengabdian masyarakat selama 40 hari.
Kegiatan serah terima yang berlangsung di Kantor Desa Bendungan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan mengusung tema “Penguatan Literasi Al-Qur’an”. Tema ini dipilih sebagai upaya memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan budaya literasi Al-Qur’an yang lebih luas di tengah masyarakat.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu menghadirkan program-program yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Desa Bendungan.
KKN Jadi Wadah Belajar Bersama Masyarakat
Penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Anisatun Muthi’ah, M.Ag., kepada Pemerintah Desa Bendungan yang diwakili oleh Sekretaris Desa Bendungan, Diding Abdul Kodir, mewakili Kuwu Desa Bendungan, Muhammad Yasin, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Dr. Anisatun Muthi’ah menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hadir sebagai pihak yang menggurui, melainkan sebagai mitra masyarakat yang siap belajar dan tumbuh bersama.
“Selama 40 hari ke depan, mahasiswa akan hidup berdampingan dengan masyarakat. Mereka tidak datang sebagai pihak yang merasa paling tahu, melainkan sebagai fasilitator yang siap belajar bersama masyarakat. Kami meyakini bahwa masyarakat memiliki potensi, pengalaman, dan kearifan lokal yang menjadi modal utama dalam membangun desa,” ujar Dr. Anisatun Muthi’ah.
Ia menambahkan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kegiatan. Oleh karena itu, seluruh program kerja mahasiswa diharapkan lahir dari hasil dialog, musyawarah, dan kebutuhan nyata masyarakat.
“Program yang baik adalah program yang dibangun bersama masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, solusi yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir,” tambahnya.
Mahasiswa Siap Berkolaborasi dan Mengabdi
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 74, Dicky Dermawan, menyampaikan harapannya agar seluruh mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Bendungan.
“Kami berharap dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Desa Bendungan. Kami datang untuk belajar, berkolaborasi, dan bersinergi bersama warga demi menghadirkan program-program yang bermanfaat serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Dicky.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggota kelompok siap beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat setempat selama masa pengabdian.
Pemerintah Desa Sambut Baik Kehadiran Mahasiswa KKN
Mewakili Pemerintah Desa Bendungan, Sekretaris Desa Diding Abdul Kodir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang kembali menjadikan Desa Bendungan sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa merupakan energi baru yang dapat membantu pemerintah desa dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan keagamaan.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Semoga keberadaan mereka dapat menjadi mitra pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan serta memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program yang akan dijalankan mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.
Mendorong Desa Religius dan Berdaya
Melalui tema Penguatan Literasi Al-Qur’an, mahasiswa KKN Kelompok 74 akan fokus pada berbagai kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, di mana warga berperan sebagai pelaku utama perubahan. Mahasiswa hadir sebagai fasilitator yang membantu mengidentifikasi kebutuhan, merancang program, hingga mendampingi pelaksanaannya.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat, berbagai program yang dirintis selama masa KKN diharapkan mampu berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
Kehadiran mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Bendungan tidak hanya menjadi sarana pengabdian akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan memiliki budaya literasi Al-Qur’an yang kuat sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis.
Manfaat Program bagi Masyarakat
Program KKN Tematik Penguatan Literasi Al-Qur’an di Desa Bendungan diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
- Meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
- Memperkuat pendidikan keagamaan bagi anak-anak, remaja, dan orang tua.
- Menumbuhkan budaya literasi berbasis nilai-nilai Islam.
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
- Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan desa.
- Menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.



