UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 556 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Syariah resmi menyandang gelar akademik pada rangkaian Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke-V.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian wisuda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diikuti 1.868 wisudawan dan wisudawati selama tiga hari.
Wisuda kali ini mengangkat tema “Penguatan Inovasi Digital, Green Islamic Campus, dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman bagi Lulusan Profesional yang Berdampak bagi Umat.”
Momentum wisuda juga terasa semakin istimewa karena berlangsung dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon serta dirangkaikan dengan pengukuhan guru besar.
556 Lulusan Siap Memasuki Dunia Profesional
Pada rangkaian wisuda hari ketiga, tercatat 556 lulusan yang terdiri atas 419 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan 137 lulusan Fakultas Syariah.
Para lulusan tidak hanya membawa pulang ijazah. Mereka juga membawa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Bagi kampus yang terus mengembangkan identitas sebagai Cyber Islamic University, lulusan diharapkan mampu menggabungkan kompetensi profesional, kemampuan digital, nilai-nilai Islam, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pesan tersebut menjadi semakin kuat melalui pidato Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.
Dalam pidatonya, Rektor mengangkat gagasan “Paradigma Maqashid Syariah untuk Penguatan Kesetaraan Gender, Ecodigital Humanisme, dan Keberlanjutan Bumi.”
Menurutnya, pendidikan tinggi Islam harus mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai dan kemanusiaan.
“Sebagai universitas siber Islam pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar.”(13/8/26).
Maqashid Syariah untuk Menjawab Tantangan Zaman
Prof. Aan Jaelani menjelaskan bahwa Maqashid Syariah dapat menjadi salah satu fondasi dalam mengarahkan transformasi pendidikan dan kehidupan sosial di era digital.
Maqashid Syariah tidak hanya berbicara mengenai aspek hukum, tetapi juga tujuan besar syariat dalam menjaga kehidupan, akal, martabat manusia, keturunan, dan kemaslahatan.
Dari perspektif tersebut, Rektor mengajak sivitas akademika dan para lulusan untuk melihat berbagai tantangan modern secara lebih luas.
Ada tiga agenda penting yang ditekankan, yaitu kesetaraan gender, ecodigital humanisme, dan keberlanjutan lingkungan.
Ketiganya dinilai memiliki hubungan erat dengan tantangan kehidupan manusia saat ini.
Kesetaraan Gender Berbasis Keadilan
Pesan pertama adalah pentingnya memperkuat kesetaraan gender.
Prof. Aan Jaelani menekankan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
Kesetaraan, menurutnya, harus dibangun di atas prinsip keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Karena itu, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang memberikan ruang partisipasi secara adil.
Para lulusan juga diharapkan membawa semangat tersebut ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Pendidikan tidak boleh melahirkan diskriminasi. Sebaliknya, pendidikan harus membuka ruang bagi setiap manusia untuk berkembang dan memberikan manfaat.
Ecodigital Humanisme: Teknologi untuk Kemanusiaan
Pesan kedua berkaitan dengan perkembangan teknologi digital.
Sebagai universitas yang mengembangkan pendidikan berbasis siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menempatkan teknologi sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
Namun, Prof. Aan Jaelani mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan.
Konsep ecodigital humanisme menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan, memperluas akses pengetahuan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Para lulusan UIN Siber juga didorong menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab.
“Jadilah pelopor transformasi digital yang tidak tercerabut dari akar spiritualitas.”
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan, media sosial, otomatisasi, dan ekosistem digital yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
Lulusan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan teknologi. Mereka juga perlu memiliki etika digital, kemampuan berpikir kritis, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Teknologi harus menjadi alat untuk membangun peradaban, bukan sumber persoalan baru.
Menjaga Bumi sebagai Amanah
Pesan ketiga adalah tentang keberlanjutan lingkungan.
Prof. Aan mengingatkan bahwa krisis lingkungan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kontribusi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan para alumninya.
Dalam perspektif Islam, manusia memiliki amanah sebagai khalifah fil ardh, yaitu menjaga dan mengelola bumi dengan penuh tanggung jawab.
Karena itu, konsep Green Islamic Campus tidak berhenti pada penghijauan lingkungan kampus.
Lebih jauh, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui cara berpikir, kebijakan, penelitian, pendidikan, dan perilaku sehari-hari.
Para lulusan diharapkan membawa prinsip keberlanjutan tersebut ke tempat mereka bekerja dan mengabdi.
Baik sebagai profesional, pengusaha, aparatur pemerintah, pendidik, maupun aktivis masyarakat, lulusan UIN Siber diharapkan mampu mengambil keputusan yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.
“Jadilah duta-duta lingkungan. Di mana pun Saudara berkiprah nanti, terapkanlah prinsip-prinsip keberlanjutan yang telah Saudara pelajari.”
Dua Guru Besar Dikukuhkan
Rangkaian wisuda juga menjadi momentum penting bagi penguatan tradisi akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengukuhkan dua akademisi sebagai guru besar.
Keduanya adalah:
- Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag., Guru Besar Bidang Hukum Islam dan Gender.
- Dr. Wartoyo, M.S.I., Guru Besar Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Pengukuhan dua guru besar tersebut memperkuat kapasitas akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, terutama dalam pengembangan ilmu keislaman yang relevan dengan persoalan masyarakat modern.
Bidang Hukum Islam dan Gender memiliki relevansi kuat dengan isu keadilan, kesetaraan, dan kehidupan sosial. Sementara itu, Ekonomi dan Keuangan Syariah memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat yang terus berkembang.
Kehadiran guru besar juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.
Guru Besar dan Wisudawan: Sama-Sama Membawa Amanah Ilmu
Pengukuhan guru besar dan wisuda lulusan dalam satu momentum menghadirkan pesan yang kuat.
Bagi wisudawan, gelar akademik merupakan awal dari perjalanan pengabdian.
Sementara bagi guru besar, pengukuhan merupakan amanah untuk terus mengembangkan ilmu dan membagikannya kepada generasi berikutnya.
Keduanya bertemu pada satu tujuan: ilmu harus memberikan manfaat.
Karena itu, Prof. Aan mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana, magister, maupun doktor bukan sekadar simbol keberhasilan akademik.
Gelar merupakan amanah untuk memberikan kontribusi nyata.
Dari Kampus Siber untuk Masyarakat Global
Perjalanan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University membawa tantangan sekaligus peluang besar.
Teknologi memungkinkan pendidikan menjangkau masyarakat lebih luas. Namun, teknologi membutuhkan arah agar tetap berpihak pada kemanusiaan.
Di sinilah nilai-nilai Islam, tradisi keilmuan, dan semangat keberlanjutan menjadi penting.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki kompetensi digital, wawasan keislaman, kepedulian lingkungan, serta kepekaan sosial.
Mereka tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga ikut menentukan arah perubahan tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari jumlah lulusan atau gelar yang diperoleh.
Keberhasilan pendidikan akan terlihat dari seberapa besar ilmu yang dimiliki mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 556 lulusan kini melangkah menuju ruang pengabdian yang lebih luas. Membawa ilmu, teknologi, nilai Islam, dan semangat menjaga bumi.
Dari gelar menuju karya. Dari ilmu menuju pengabdian. Dari kampus siber menuju manfaat bagi masyarakat dan dunia.










