UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggerakkan program Literasi Keislaman bagi anak-anak di Desa Astanalanggar, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat di TPQ Miftahul Huda, TPQ Abi Zaid, dan Madrasah Diniyah Darul Falah.
Kegiatan yang berlangsung sejak 7 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan motivasi belajar anak-anak sejak dini.
Belajar Al-Qur’an hingga Memahami Nilai-Nilai Islam
Program Literasi Keislaman tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk membantu anak-anak memahami serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 1 terlibat langsung mendampingi anak-anak dalam berbagai kegiatan pembelajaran, seperti membaca Al-Qur’an, menghafal dan memahami doa-doa sehari-hari, mempelajari adab dan akhlak, serta mengenal pengetahuan dasar keislaman.
Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak-anak tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga dapat berinteraksi dan berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran.
Melalui suasana belajar yang berbeda, kehadiran mahasiswa KKN turut memberikan pengalaman baru bagi para santri dan siswa di lingkungan pendidikan keagamaan Desa Astanalanggar.
Dorong Motivasi Belajar Anak Sejak Dini
Program ini dilaksanakan sebagai upaya mahasiswa KKN untuk membantu meningkatkan pengetahuan keagamaan sekaligus membangun kebiasaan belajar yang positif. Literasi keislaman dipandang penting untuk ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pemahaman agama yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Kegiatan pendampingan secara rutin juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar memahami karakter dan kebutuhan anak-anak dalam proses pendidikan.
Dengan metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan suasana yang lebih variatif, anak-anak diharapkan semakin termotivasi untuk belajar serta memiliki ketertarikan yang lebih besar terhadap kegiatan keagamaan.
Kehadiran Mahasiswa KKN Disambut Positif
Kepala Yayasan TPQ Miftahul Huda, Ibu Qoni, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendampingi proses pembelajaran anak-anak.
“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN yang telah ikut mendampingi proses pembelajaran. Kehadiran mahasiswa KKN mampu menarik perhatian dan menumbuhkan motivasi belajar anak-anak. Mereka menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran karena mendapatkan suasana dan pengalaman belajar yang berbeda.”
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi anak-anak melalui interaksi dengan para mahasiswa.
Literasi Keislaman sebagai Bekal Kehidupan
Mahasiswa KKN Kelompok 1 berharap program Literasi Keislaman dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak Desa Astanalanggar. Pemahaman mengenai Al-Qur’an, doa, adab, akhlak, dan nilai-nilai dasar Islam diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui pendidikan keagamaan di TPQ dan madrasah. Kolaborasi mahasiswa KKN dengan lembaga pendidikan keagamaan menjadi langkah sederhana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus bermakna.
Dengan terus membangun budaya belajar dan literasi keislaman sejak dini, KKN Kelompok 1 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya turut berkontribusi dalam membentuk generasi Desa Astanalanggar yang memiliki pengetahuan keagamaan, berakhlak, dan memiliki semangat belajar.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan Literasi Keislaman ini selaras dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya mendukung akses terhadap pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai-nilai karakter, etika, dan kehidupan bermasyarakat sejak usia dini.


