CIREBON — Merespons pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Studium General Internasional, Senin (25/5/2026).
Acara yang dilangsungkan secara bauran (hybrid) di Gedung FITK Lantai 5 dan ruang virtual Zoom ini mengangkat tema “Inovasi Pembelajaran BIPA Melalui Teknologi Digital dan Kecerdasan Buatan”.
Kegiatan akademik bergengsi ini dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan III FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Asep Mulyana, M.Si. Dalam sambutannya, Asep menyampaikan apresiasi dan ketertarikannya yang mendalam terhadap eksistensi Jurusan Tadris Bahasa Indonesia.
“Melalui bahasa, banyak penyair yang mampu menyampaikan pesan-pesan moral dan kehidupan secara indah lewat puisinya. Kini, dengan pesatnya perkembangan teknologi, bahasa Indonesia juga dituntut untuk terus beradaptasi dan berkembang secara global,” ujar Asep.
Asep mencontohkan Jepang sebagai negara yang memiliki komitmen kuat terhadap bahasanya. Di sana, literatur dan buku-buku asing di perpustakaan secara masif diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Semangat literasi dan kebanggaan berbahasa inilah yang menurutnya perlu dicontoh oleh Indonesia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara besar dengan populasi masyarakat yang masif memiliki potensi kuat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, selaras dengan pengakuan dari UNESCO.
“Dosen-dosen kita yang sedang melaksanakan tugas atau riset di luar negeri kini bisa lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia karena statusnya sudah diresmikan oleh UNESCO. Tentu saja, perkembangan teknologi digital dan AI harus ikut didorong ke dalamnya untuk mempercepat penetrasi tersebut,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Asep berpesan kepada seluruh peserta agar menjadi manusia yang amanah. “Dengan bahasa, kita senantiasa bisa mengambil peran dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana Kegiatan, Rianto, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia. Dalam laporannya, Rianto memaparkan kesiapan dan tujuan strategis dari penyelenggaraan acara ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Untuk membedah tema tersebut, panitia menghadirkan dua pakar internasional, yakni Dr. Suhailee Sohnui, M.Pd. dari Chiang Mai University (Thailand) dan Islam Ragab Abdelhamid Shaheta, L.C., M.Pd. dari Al-Azhar Cairo (Mesir). Jalannya diskusi dipandu langsung secara apik oleh Ketua Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Tato Nuryanto, M.Pd., selaku moderator.
Berdasarkan pantauan, kegiatan berjalan dengan khidmat namun tetap dinamis. Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung sangat aktif dan memantik diskusi yang kritis.
Menariknya, acara ini juga diikuti secara langsung oleh dua mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dari daya tarik program BIPA sekaligus mempertegas langkah kampus dalam menginternasionalisasi bahasa Indonesia melalui pendekatan teknologi modern.


