UIN Siber Cirebon — Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan MGMP Kimia SMA/SMK Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Peningkatan Kompetensi Guru Kimia SMA/SMK se-Kabupaten Cirebon pada Jumat, 23 Mei 2026 di Ruang B102 Kampus Utama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini menghadirkan dosen Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fawwaz Muhammad Fauzi, M.Si., sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Perkembangan Terkini Riset Komputasi Kimia dalam Drug Design and Discovery.”
Seminar tersebut diikuti para guru kimia SMA/SMK se-Kabupaten Cirebon sebagai upaya peningkatan kompetensi guru sekaligus penguatan wawasan mengenai perkembangan riset kimia modern yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan MGMP Kimia SMA/SMK Kabupaten Cirebon yang selama ini telah berjalan secara rutin.
Penguatan Kolaborasi Akademik dan Kompetensi Guru
Ketua Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Azmi Azhari, M.Si., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan MGMP Kimia SMA/SMK Kabupaten Cirebon.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan MGMP Kimia SMA/SMK Kabupaten Cirebon. Alhamdulillah, kerja sama ini telah berjalan rutin setiap bulan sebagai ruang kolaborasi untuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan jejaring akademik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan para praktisi pendidikan di sekolah agar terjadi transfer ilmu, inovasi pembelajaran, dan penguatan kompetensi secara berkelanjutan.
Kimia Komputasi Dorong Percepatan Penemuan Obat
Dalam pemaparannya, Fawwaz Muhammad Fauzi, M.Si., menjelaskan bahwa kimia komputasi kini menjadi salah satu bidang yang berkembang pesat dalam dunia riset modern, khususnya pada pengembangan obat (drug design and discovery).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan in silico seperti visualisasi molekul tiga dimensi (3D molecular visualization) dan molecular docking mampu membantu peneliti memprediksi interaksi antara molekul obat dengan target biologis secara lebih cepat, efisien, dan rasional.
“Kimia komputasi saat ini menjadi bagian penting dalam perkembangan riset modern karena mampu mempercepat proses awal penemuan obat sebelum dilakukan pengujian laboratorium secara langsung,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil simulasi komputasi tetap harus divalidasi melalui pengujian in vitro maupun in vivo agar memperoleh hasil yang akurat dan aman untuk pengembangan obat.
Pembelajaran Kimia Lebih Interaktif dan Kontekstual
Selain membahas riset modern, seminar ini juga mengupas pemanfaatan perangkat lunak kimia dalam pembelajaran di SMA/SMK agar lebih interaktif dan kontekstual.
Fawwaz menjelaskan bahwa guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi visualisasi molekul untuk membantu siswa memahami bentuk struktur molekul tiga dimensi, mengukur panjang serta sudut ikatan, hingga mengenalkan database molekul seperti PubChem dan Protein Data Bank (PDB).
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan minat belajar siswa karena materi menjadi lebih visual dan mudah dipahami.
“Saya senang dapat berbagi ilmu dan berdiskusi bersama Bapak/Ibu guru kimia. Semoga materi ini dapat memberi gambaran bahwa kimia komputasi tidak hanya penting dalam riset modern, tetapi juga bisa diadaptasi untuk memperkaya pembelajaran kimia di sekolah,” ungkapnya.
Guru Kimia Sambut Positif Seminar Kompetensi
Ketua MGMP Kimia SMA/SMK Kabupaten Cirebon menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar tersebut karena dinilai mampu membuka wawasan guru terkait perkembangan ilmu kimia terkini.
“Kami merasa sangat terbantu karena kegiatan ini membuka wawasan tentang perkembangan riset kimia terkini, khususnya di bidang komputasi kimia. Materi seperti ini penting sebagai inspirasi bagi guru untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa agar lebih kontekstual dan interaktif,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat selama seminar berlangsung, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab mengenai penerapan teknologi kimia komputasi dalam pembelajaran di sekolah.
Dukung Pembelajaran Kimia yang Adaptif dan Modern

Melalui seminar ini, Jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kimia di Kabupaten Cirebon melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan jejaring akademik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan guru-guru kimia dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.


