UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat tradisi akademiknya. Dalam rangkaian Wisuda ke-V, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengukuhkan dua akademisi sebagai guru besar.
Keduanya adalah Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Hukum Islam dan Gender, serta Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I., sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat sumber daya manusia akademik sekaligus memperluas kontribusi keilmuan Islam dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat modern.
Dua Guru Besar, Dua Keilmuan Strategis
Pengukuhan Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag., membawa penguatan pada bidang Hukum Islam dan Gender. Keilmuan ini memiliki relevansi yang kuat dengan berbagai persoalan sosial, terutama terkait keadilan, kesetaraan, relasi sosial, serta upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih manusiawi dan berkeadaban.
Di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis, kajian Hukum Islam dan Gender memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan. Ilmu tidak hanya dibutuhkan untuk memahami persoalan secara akademik, tetapi juga untuk menghadirkan perspektif keislaman yang mampu memberikan solusi terhadap tantangan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Bidang ini memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Perkembangan industri keuangan, ekonomi digital, kewirausahaan, serta kebutuhan masyarakat terhadap sistem ekonomi yang berkeadilan membutuhkan penguatan kajian ekonomi dan keuangan syariah.
Kehadiran profesor di bidang tersebut diharapkan dapat memperkuat riset dan inovasi ekonomi syariah yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Guru Besar Bukan Sekadar Gelar
Pengukuhan guru besar bukan sekadar bertambahnya gelar akademik di depan nama. Lebih dari itu, jabatan guru besar membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengembangkan ilmu, membimbing generasi akademik, menghasilkan karya ilmiah, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Karena itu, kehadiran Prof. Faqiuddin Abdul Kodir dan Prof. Wartoyo diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan budaya akademik di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Keduanya dapat mengambil peran dalam mendorong penelitian berkualitas, memperluas publikasi ilmiah, mengembangkan pembelajaran inovatif, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Memperkuat Identitas UIN Siber Cirebon
Pengukuhan dua guru besar ini juga berlangsung di tengah transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University.
Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi. Kampus juga membutuhkan kekuatan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, integritas, serta kemampuan membaca perubahan zaman.
Teknologi menjadi sarana untuk memperluas akses ilmu pengetahuan. Namun, keilmuan, nilai-nilai Islam, dan tanggung jawab sosial tetap menjadi fondasi dalam pemanfaatannya.
Karena itu, penguatan profesor dalam berbagai bidang keilmuan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang mampu mengintegrasikan Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Kehadiran dua guru besar baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan tidak berhenti pada ruang akademik.
Ilmu Hukum Islam dan Gender dapat terus dikembangkan untuk menjawab persoalan keadilan dan kehidupan sosial. Sementara ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah dapat diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi, inklusivitas, serta kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang akademisi bukan hanya seberapa tinggi capaian akademiknya, tetapi seberapa besar ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Pengukuhan Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag., dan Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I., menjadi pesan bahwa perjalanan akademik tidak berhenti ketika seseorang meraih jabatan guru besar. Justru, dari titik itulah tanggung jawab keilmuan semakin besar.
Selamat kepada Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag., dan Prof. Dr. Wartoyo, M.S.I. Semoga kepakaran yang dikukuhkan menjadi sumber inspirasi dan manfaat bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, umat, bangsa, dan masyarakat luas.








