UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Lapangan Ekonomi Kreatif (EDUKRAF TRIP) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) periode 2026–2027 pada 8–9 Mei 2026.
Mengusung tema “Kreativitas Tanpa Batas: Mengasah Jiwa Entrepreneur di Dunia Nyata”, kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium FITK Lantai 5 dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke CV Bangkit Sentosa Nusantara, Kabupaten Cirebon. Kegiatan bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta memberikan pengalaman nyata dalam dunia usaha.
Seminar Nasional Bekali Mahasiswa Menjadi Entrepreneur Adaptif
Rangkaian EDUKRAF TRIP diawali dengan Seminar Nasional bertema “Merintis dari Nol dan Melek Digital untuk Mewujudkan Mahasiswa Cuan Total” yang menghadirkan dua narasumber, yakni Kholid dan Fithrotul Afiefah.
Dalam pemaparannya, Kholid menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal finansial, melainkan keberanian seseorang untuk memulai dan mengembangkan potensinya.
“Modal terbesar untuk memulai usaha bukanlah uang, melainkan diri kita sendiri. Kenali potensi yang dimiliki, berani menghadapi kegagalan, dan terus berkembang karena kesuksesan berawal dari keberanian untuk memulai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam berwirausaha. Menurutnya, individu yang mampu bertahan dan belajar dari setiap tantangan akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih keberhasilan.
Selain itu, Kholid menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Mahasiswa Pelajari Strategi Bisnis dan Pemasaran Digital
Pada sesi berikutnya, Fithrotul Afiefah membahas pentingnya kemampuan membaca peluang pasar dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan bisnis.
Menurutnya, seorang pengusaha tidak hanya berperan sebagai penjual produk, tetapi juga sebagai pencipta solusi bagi kebutuhan masyarakat.
“Pengusaha adalah pencipta peluang sekaligus problem solver. Kesuksesan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi oleh kemampuan memahami kebutuhan dan masalah konsumen,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak terjebak dalam keraguan saat memulai usaha.
“Dalam bisnis, tindakan nyata lebih berharga daripada rencana yang tidak pernah dijalankan. Mulailah dari yang ada dan terus lakukan perbaikan,” tambahnya.
Selain itu, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, branding produk, hingga pemanfaatan perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence sebagai peluang dalam dunia bisnis modern.
Edukasi Lapangan Berikan Pengalaman Nyata Dunia Industri Kreatif
Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan edukasi lapangan ke CV Bangkit Sentosa Nusantara. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung proses produksi di industri konveksi.
Mahasiswa mempelajari berbagai tahapan produksi, mulai dari pembuatan pola pakaian, pemotongan bahan, hingga teknik dasar menjahit kemeja. Agar proses pembelajaran lebih efektif, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai industri konveksi, tetapi juga memahami pentingnya kreativitas, ketelitian, kerja sama tim, dan inovasi dalam membangun sebuah usaha.
UIN Siber Cirebon Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif
Kegiatan EDUKRAF TRIP menjadi salah satu bentuk komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Melalui kombinasi seminar dan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir entrepreneur, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis HIMASOS dalam membangun generasi mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif di masa depan.


