UIN Siber Cirebon (Melaka, Malaysia) — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, terus memperluas jejaring akademik internasional. Salah satunya melalui program Visiting Professor dan Visiting Lecturer bersama Fakulti Sains Sosial (FSS) Universiti Islam Melaka (UNIMEL).
Program kolaborasi internasional tersebut diwujudkan melalui Kursus Pengantar Sains Sosial yang digelar secara daring pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan diikuti sekitar 52 mahasiswa FSS UNIMEL dengan menghadirkan guru besar dan dosen SPI FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pengajar.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui perspektif keilmuan lintas negara.
Dosen SPI Berbagi Wawasan Ilmu Sosial
Program Visiting Professor menghadirkan Prof. Didin Nurul Rosidin, Ph.D., M.A. dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Sementara itu, program Visiting Lecturer menghadirkan Dr. Zaenal Masduqi, M.Ag., M.A., Aah Syafaah, M.Ag., dan Anwar Nuris, M.Si. Para dosen memberikan materi sesuai bidang keilmuan, khususnya terkait sejarah, peradaban Islam, ilmu sosial, serta pengembangan wawasan akademik.
Dalam pembelajaran, mahasiswa diajak memahami ilmu sosial secara lebih kritis dan kontekstual. Diskusi juga diarahkan pada pentingnya melihat perkembangan masyarakat melalui berbagai perspektif serta membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perbedaan pandangan.
Interaksi berlangsung dinamis. Mahasiswa FSS UNIMEL aktif mengajukan pertanyaan dan bertukar gagasan dengan para dosen dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Belajar Tanpa Batas Negara
Program Visiting Professor dan Visiting Lecturer menjadi contoh bahwa perkembangan teknologi digital dapat membuka ruang pembelajaran tanpa batas geografis.
Melalui perkuliahan daring, mahasiswa Malaysia dapat memperoleh perspektif akademik dari dosen Indonesia secara langsung. Sebaliknya, dosen UIN Siber Cirebon mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dan lingkungan akademik internasional.
Dr. Zuraidah Hassan dari Fakulti Sains Sosial UNIMEL menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi dinilai memberikan nilai tambah bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Menuju Kolaborasi Akademik yang Berkelanjutan
Perwakilan Program Studi SPI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional yang terus dikembangkan bersama UNIMEL.
Kolaborasi ke depan tidak hanya diarahkan pada pertukaran dosen. Kedua institusi juga memiliki peluang untuk mengembangkan perkuliahan bersama, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, seminar internasional, serta mobilitas dosen dan mahasiswa.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Pengalaman belajar lintas negara diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia.
Dengan semangat kolaborasi, SPI FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UNIMEL menunjukkan bahwa pendidikan tidak mengenal batas negara. Dari ruang kelas digital, pengetahuan dapat bergerak lebih jauh, mempertemukan akademisi, memperkaya perspektif, dan membangun jejaring keilmuan di kawasan Asia Tenggara.


