UIN Siber Cirebon – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN Rekognisi Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak yang mengintegrasikan aktivitas sosial, pendidikan, dan penguatan literasi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 10 Agustus 2026 tersebut dipusatkan di Pojok Literasi (Perpustakaan) FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi konsep Kampus Berdampak melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Libatkan Mahasiswa Lintas Program Studi
Kegiatan KKN Rekognisi Relawan Pengabdian ini melibatkan tiga mahasiswa dari lintas program studi, yakni Syifaun dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Sabrina Aminah Shofwah dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, dan Muhammad Wildan Al Ma’ruf dari Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi.
Kolaborasi lintas bidang keilmuan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan pengabdian. Setiap mahasiswa dapat berkontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing melalui aktivitas edukasi, diskusi, berbagi pengetahuan, penguatan literasi, serta kegiatan yang mendorong pengembangan kreativitas masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., serta Penanggung Jawab Pojok Literasi, Samsul Fajri, S.I.Pust.
Pojok Literasi Jadi Ruang Penguatan Budaya Membaca
Pojok Literasi menjadi salah satu fokus utama kegiatan pengabdian. Keberadaan ruang tersebut dimanfaatkan sebagai wadah untuk mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan aktivitas membaca dan memperoleh akses terhadap pengetahuan.
Berbagai aktivitas yang dilakukan diarahkan untuk membangun budaya literasi melalui membaca, diskusi, edukasi, berbagi pengetahuan, hingga pengembangan kreativitas. Dengan pendekatan tersebut, literasi tidak hanya dipandang sebagai kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga sebagai kemampuan untuk mengolah pengetahuan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan juga memberikan ruang bagi terciptanya kegiatan yang lebih beragam dan kontekstual. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sesuai dengan kebutuhan dan potensi lingkungan.

Perkuat Implementasi Kampus Berdampak
Dekan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menekankan pentingnya kegiatan pengabdian sebagai bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Melalui KKN Rekognisi Relawan Pengabdian, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam konteks kehidupan nyata. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Sementara itu, keberadaan Pojok Literasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program. Penguatan budaya membaca dan akses pengetahuan diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem literasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi dan akses terhadap pengetahuan. Selain itu, kolaborasi mahasiswa lintas program studi dan masyarakat turut mendukung SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak.
Melalui kegiatan KKN Rekognisi Relawan Pengabdian, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas yang memberikan manfaat nyata. Kolaborasi antara mahasiswa, fakultas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengabdian sekaligus mewujudkan semangat Kampus Berdampak yang berkelanjutan.


