UIN Siber Cirebon – Semangat literasi anak-anak di Desa Kroya terus dibangun melalui program Gerakan Membaca Anak (GEMA) yang digagas mahasiswa KKN Kelompok 56 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program ini menghadirkan ruang belajar yang kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan membaca bersama, story telling, permainan edukatif, hingga nonton bareng video edukasi.
Program GEMA dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pada 19 Juli, 26 Juli, 2 Agustus, dan 9 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung di halaman depan MI Salafiyah atau Masjid Desa Kroya dengan sasaran utama anak-anak usia SD/MI di Desa Kroya.
Melalui pendampingan langsung mahasiswa KKN, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dilatih untuk memahami bacaan, berani berbicara, serta menyampaikan pendapat di depan teman-temannya.
Membaca, Bercerita, dan Bermain untuk Tumbuhkan Minat Literasi
Kegiatan GEMA diawali dengan membaca bersama. Setiap anak diberikan kesempatan memilih buku sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi proses membaca agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan sesuai kemampuan masing-masing.
Setelah membaca, kegiatan dilanjutkan dengan story telling dan bedah buku. Anak-anak diajak menceritakan kembali informasi atau cerita yang telah mereka baca. Cara ini menjadi ruang bagi peserta untuk melatih kemampuan berbicara sekaligus membangun rasa percaya diri.
Suasana belajar juga dibuat lebih menyenangkan melalui berbagai permainan edukatif, seperti susun kata dan tebak kata. Permainan tersebut digunakan untuk membantu anak mengenal kosakata, memahami isi bacaan, serta melatih kemampuan berpikir dan berkomunikasi.
GEMA Hadirkan Ruang Belajar yang Aktif dan Inklusif
Program GEMA tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi anak-anak Desa Kroya.
Pendampingan mahasiswa KKN dilakukan secara langsung dengan pendekatan yang komunikatif. Anak-anak diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Dengan demikian, kegiatan literasi tidak berlangsung secara satu arah, tetapi menjadi proses belajar bersama yang mendorong anak untuk lebih aktif.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Kelompok 56 dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan budaya membaca, kemampuan komunikasi, dan akses terhadap ruang belajar yang positif sejak usia dini.
Belajar Tak Hanya dari Buku, tetapi Juga dari Media Digital
Selain kegiatan literasi pada pagi hari, KKN Kelompok 56 menghadirkan kegiatan Nonton Bareng Video Edukasi pada sore hari di Posko KKN Kelompok 56.
Anak-anak diajak menyaksikan berbagai tayangan edukatif, mulai dari kisah para nabi, film inspiratif, hingga video pembelajaran lainnya. Setelah menonton, mahasiswa KKN mengajak peserta mengikuti sesi tanya jawab untuk mengulas pesan dan informasi yang diperoleh dari tayangan.
Penggunaan media audiovisual menjadi pelengkap kegiatan literasi. Anak-anak tidak hanya menerima informasi melalui buku, tetapi juga belajar memahami pesan dari media digital sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Dari GEMA Menuju Generasi yang Gemar Membaca
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 56, Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., mendukung pelaksanaan program yang menggabungkan aktivitas membaca dengan kegiatan edukatif dan interaktif.
Melalui GEMA, mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh secara bertahap di kalangan anak-anak Desa Kroya. Kegiatan yang memadukan membaca, bercerita, permainan, diskusi, dan media edukasi digital diharapkan mampu membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan dunia anak.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi memiliki rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan memahami dan menyampaikan informasi.
Dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin, mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap semangat literasi yang tumbuh selama masa pengabdian dapat terus dilanjutkan oleh anak-anak, keluarga, dan masyarakat Desa Kroya.


