UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 60 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar edukasi anti-bullying bertajuk “Growing With Kindness: Menanamkan Empati dan Saling Menghargai pada Anak” melalui program “Be Kind, Be Brave: Tumbuh Bersama Tanpa Bullying” di SDN 1 Gegesik Wetan, Kabupaten Cirebon, pada 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang menyasar siswa kelas 3 dan 4 tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam membangun lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Edukasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali anak sejak dini agar mampu mengenali perilaku bullying, memahami dampaknya, serta mengetahui tindakan yang dapat dilakukan ketika mengalami, menyaksikan, maupun tanpa sengaja melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Kenali Bullying, Bangun Keberanian untuk Bersikap
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian, bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan sesuai dengan usia peserta didik agar mereka dapat menghubungkan pembahasan dengan situasi yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN juga mengajak siswa mengikuti demonstrasi untuk membantu mereka mengenali berbagai perilaku yang termasuk bullying. Anak-anak kemudian diajak memahami bahwa tindakan seperti mengejek, mengucilkan, mempermalukan, maupun menyakiti teman bukanlah bentuk pertemanan yang baik.
Pesan utama yang dibangun melalui kegiatan ini adalah bahwa keberanian tidak hanya berarti berani berbicara, tetapi juga berani menghentikan tindakan yang salah, meminta bantuan, dan membela teman yang membutuhkan.
Ruang Cerita untuk Tumbuhkan Empati
Suasana kegiatan semakin terbuka ketika siswa mengikuti sesi renungan dan refleksi. Dalam sesi tersebut, peserta didik diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman yang pernah mereka alami, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi bullying.
Beberapa siswa berani menyampaikan pengalaman mereka di hadapan teman-temannya. Momen tersebut menjadi bagian penting karena anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga belajar memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.
Mahasiswa KKN kemudian mengarahkan siswa untuk merefleksikan satu pertanyaan sederhana: “Bagaimana perasaan kita jika diperlakukan dengan cara yang menyakitkan?” Dari refleksi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menjaga perkataan, menghargai perbedaan, dan memperlakukan teman sebagaimana mereka ingin diperlakukan.
Belajar Bersama untuk Sekolah yang Ramah Anak
Pelaksanaan program “Be Kind, Be Brave” menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses mengenali masalah, berdiskusi, melakukan refleksi, hingga menentukan tindakan sederhana untuk mencegah bullying.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat literasi sosial dan emosional siswa. Anak dilatih untuk mengenali emosi, berkomunikasi, memahami perspektif orang lain, menyampaikan pengalaman, serta mengambil keputusan yang lebih tepat ketika menghadapi persoalan sosial.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 60, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Kegiatan juga menjadi bagian dari kolaborasi bersama Abdul Ghofar selaku Kuwu, Hj. Subed, S.Pd.SD. selaku Kepala Sekolah, serta mahasiswa KKN Kelompok 60 yang dipimpin Krisna Adilla Fernanda sebagai ketua kelompok.
Program ini memiliki keterkaitan dengan SDGs, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak. Edukasi mengenai empati dan kesejahteraan sosial-emosional juga mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatan sosial dan emosional anak.
Melalui “Growing With Kindness”, KKN Kelompok 60 berharap pesan anti-bullying tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Empati, keberanian, kepedulian, dan sikap saling menghargai diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga SDN 1 Gegesik Wetan semakin menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying.


