UIN Siber Cirebon – Komitmen menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Tim Penelitian MoRA Kementerian Agama RI–LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2026. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Hilirisasi Riset Produk Hijau”, tim peneliti menggandeng Pondok Pesantren Kanzul Ulum Kota Cirebon untuk melatih warga dan santri membuat sabun herbal berbahan alami yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda rutin Kajian Alam Semesta tersebut dilaksanakan pada Ahad, 21 Juni 2026, di lingkungan Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Kota Cirebon. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi riset berbasis luaran berdampak (impactful research) yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi hadir sebagai solusi praktis yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan berlangsung di bawah pembinaan Dr. Kyai Tosuerdi, S.H.I., M.Pd.I., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum sekaligus anggota Tim Penelitian MoRA-LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Pesantren Jadi Laboratorium Ekonomi Hijau dan Kemandirian Umat
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, yaitu Deden Lesmana, praktisi herbal berbasis bahan alam sekitar, Dr. Dewi Cahyani, M.Pd., Kepala Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, serta Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Guru Besar Ekonomi Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik membuat sabun herbal dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, tetapi juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan keluarga, serta peluang pengembangan usaha berbasis produk hijau.
Menurut Prof. Dr. Abdul Aziz, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghubungkan hasil riset kampus dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Riset tidak boleh berhenti di ruang seminar atau jurnal ilmiah. Hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelatihan sabun herbal ini adalah contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjadi solusi ekonomi sekaligus solusi lingkungan,” ujarnya.
Dari Tadabbur Alam Menuju Inovasi Produk Ramah Lingkungan
Program ini berangkat dari semangat mentadabburi firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 190 tentang tanda-tanda kebesaran Allah pada penciptaan langit dan bumi.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kekayaan hayati di sekitar mereka menyimpan potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam sesi praktik, Deden Lesmana memperkenalkan berbagai tanaman herbal yang dapat diolah menjadi produk kebersihan alami yang aman digunakan dan memiliki nilai jual.
“Banyak bahan alami di sekitar kita yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan sedikit pengetahuan dan keterampilan, bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Kurangi Limbah Kimia, Wujudkan Gaya Hidup Hijau
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan.
Sabun herbal dinilai menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan produk berbahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya sumber-sumber air.
Melalui edukasi ekologis (eco-education), peserta diajak memahami hubungan antara kesehatan manusia, kelestarian alam, dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.
Dr. Dewi Cahyani, M.Pd., menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
“Pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama dan alam semesta. Karena itu, pesantren harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Buka Peluang Usaha Baru bagi Santri dan Masyarakat
Selain memberikan manfaat kesehatan dan lingkungan, pelatihan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya usaha mikro berbasis produk halal dan ramah lingkungan.
Para peserta mendapatkan wawasan mengenai potensi pengembangan sabun herbal sebagai produk unggulan yang dapat dipasarkan secara luas, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat umum.
Menurut Prof. Abdul Aziz, keterampilan produksi sabun herbal dapat menjadi salah satu alternatif penguatan ekonomi umat berbasis prinsip-prinsip ekonomi syariah.
“Ketika masyarakat mampu memproduksi kebutuhan sehari-hari secara mandiri dan menjadikannya peluang usaha, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat. Inilah esensi ekonomi syariah yang memberdayakan,” katanya.
Riset Berdampak untuk Masyarakat
Program hilirisasi riset ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang sederhana namun memiliki dampak luas.
Melalui pelatihan sabun herbal, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa riset dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, sekaligus penguatan kesadaran lingkungan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Kementerian Agama RI dan LPDP dalam mendorong penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman, keberlanjutan, dan kemandirian ekonomi.
Dengan semangat tersebut, Pondok Pesantren Kanzul Ulum bersama Tim Penelitian MoRA-LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mampu menjadi pelopor ekonomi hijau yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh berbagai manfaat nyata, antara lain:
- Mampu membuat sabun herbal sendiri dengan bahan yang mudah ditemukan.
- Mengurangi ketergantungan terhadap produk berbahan kimia sintetis.
- Membuka peluang usaha rumahan berbasis produk herbal dan halal.
- Meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan melalui gaya hidup hijau.
- Mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan pesantren.
- Mengintegrasikan nilai Islam, sains, dan kewirausahaan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena riset terbaik bukan hanya yang dipublikasikan, tetapi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.


