UIN Siber Cirebon (Kuningan) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hay’atu Tahfidzil Qur’an (HTQ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi membuka HTQ Mengabdi 2026 melalui Opening Ceremony yang berlangsung di Aula Desa Sangkanurip, Kabupaten Kuningan, Rabu (2/7/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya program pengabdian masyarakat selama 40 hari, mulai 1 Juli hingga 10 Agustus 2026, sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Mengusung tema “Dari Hati Turun ke Aksi: Membangun Harmoni dan Dedikasi Masyarakat Bersama HTQ Mengabdi”, program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan lingkungan, penguatan sosial-keagamaan, serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
Kolaborasi Kampus dan Desa Perkuat Semangat Pengabdian
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Pelaksana HTQ Mengabdi Hudan Nabilal, Ketua Umum UKM HTQ Fakhri Nabil Aban, perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Munif, Pembina UKM HTQ H. Muhadistsir Rifa’i, M.Pd.I., Kepala Desa Sangkanurip Gunawan Wibiksana, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta HTQ Mengabdi.
Dalam sambutannya, Pembina UKM HTQ H. Muhadistsir Rifa’i, M.Pd.I. menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa yang tidak dapat diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas.
“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan semangat kolaborasi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sangkanurip Gunawan Wibiksana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan HTQ Mengabdi 2026.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa HTQ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Semoga program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa,” katanya.
Fokus pada Pengelolaan Sampah dan Pemberdayaan Masyarakat
Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan program unggulan di bidang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program tersebut meliputi edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga hingga pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, sehingga limbah tidak hanya berkurang, tetapi juga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan sejumlah program pendukung, antara lain penyusunan peta digital UMKM dan situs petilasan, pemasangan papan penunjuk arah dusun, serta pelaksanaan gerakan SEDOA (Sebar Doa Harian) di masjid sebagai upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan, mengembangkan potensi lokal, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Selaras dengan Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Pelaksanaan HTQ Mengabdi 2026 juga mendukung berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs). Program pengelolaan sampah dan pelatihan ecobrick berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui upaya pengurangan limbah dan peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat.
Sementara itu, kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sedangkan penguatan UMKM melalui pemetaan digital sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Adapun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Membangun Mahasiswa yang Berdampak bagi Masyarakat
Ketua Umum UKM HTQ Fakhri Nabil Aban berharap seluruh peserta mampu menjadikan HTQ Mengabdi sebagai ruang untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, tetapi juga belajar membangun komunikasi, bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi desa.
HTQ Mengabdi 2026 menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pengabdian, kepedulian sosial, dan kemampuan berkolaborasi untuk mewujudkan pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.


