UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun tata kelola komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan berdampak kembali ditunjukkan melalui kegiatan benchmarking strategi komunikasi ke Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (25/6/2026).
Bertempat di Ruang Biro Humas dan Komunikasi Publik, Lantai 4 Kementerian Agama RI, Jakarta, rombongan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang dipimpin Pranata Humas Ahli Muda, Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi Najib Fitriadi, S.Pd.I., diterima langsung oleh Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Komunikasi Publik Setjen Kementerian Agama RI, Mohammad Khoeron, S.Ag., M.A., bersama jajaran timnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat tata kelola komunikasi kelembagaan sekaligus membangun strategi komunikasi publik yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Belajar Strategi Komunikasi Kementerian Agama RI
Dalam suasana diskusi yang hangat dan produktif, berbagai praktik terbaik (best practices) pengelolaan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Agama RI dibahas secara mendalam. Mulai dari penyusunan narasi strategis, manajemen isu, komunikasi krisis, pengelolaan media digital, hubungan dengan media massa, hingga strategi membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, cepat, dan akurat.
Sebagai salah satu kementerian dengan jaringan satuan kerja terbesar di Indonesia, Kementerian Agama dinilai berhasil membangun sistem komunikasi publik yang terintegrasi sehingga mampu menjangkau masyarakat secara luas dengan pesan yang konsisten.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman tersebut menjadi referensi penting untuk memperkuat sistem komunikasi kelembagaan yang mendukung visi kampus sebagai perguruan tinggi berbasis transformasi digital.
Komunikasi Menjadi Pilar Reputasi Perguruan Tinggi
Dalam pertemuan tersebut, Mohamad Arifin menggali berbagai strategi komunikasi yang telah diterapkan oleh Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI untuk kemudian diadaptasi dan diimplementasikan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Menurutnya, di era digital saat ini, humas perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai penyebar informasi, tetapi telah berkembang menjadi pengelola reputasi institusi yang harus mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang strategis.
“Kami datang untuk belajar langsung dari Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI mengenai bagaimana membangun strategi komunikasi yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data. Banyak praktik baik yang kami peroleh hari ini, mulai dari manajemen isu, penyusunan narasi kelembagaan, penguatan media digital, hingga strategi membangun hubungan dengan media dan para pemangku kepentingan. Seluruh pengalaman ini akan menjadi referensi penting untuk memperkuat tata kelola komunikasi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ujar Mohamad Arifin.
Ia menambahkan bahwa transformasi digital yang tengah dijalankan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon harus diiringi dengan transformasi komunikasi yang profesional agar setiap capaian, inovasi, dan kontribusi kampus dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kepercayaan, memperkuat reputasi, dan menghadirkan nilai bagi publik. Karena itu, kami ingin menghadirkan strategi komunikasi yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak bagi penguatan citra UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University,” tambahnya.
Kemenag RI Dorong Perguruan Tinggi Bangun Komunikasi yang Strategis
Sementara itu, Mohammad Khoeron, S.Ag., M.A., menyambut baik inisiatif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang secara proaktif melakukan benchmarking untuk meningkatkan kapasitas tata kelola komunikasi publik.
Menurutnya, komunikasi kini menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangun reputasi institusi, memperkuat pelayanan publik, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kami mengapresiasi semangat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus berupaya mengembangkan strategi komunikasi kelembagaan. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi. Karena itu, setiap capaian akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat perlu dikomunikasikan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh publik secara lebih luas,” ujar Khoeron.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan komunikasi publik tidak hanya diukur dari banyaknya informasi yang dipublikasikan, tetapi juga dari kemampuan institusi membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat melalui narasi yang kredibel, humanis, dan berbasis data.
“Di era digital, humas harus menjadi strategic partner bagi pimpinan. Komunikasi harus mampu mengelola isu, membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan narasi positif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap hasil benchmarking ini dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi penguatan komunikasi publik di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” jelasnya.
Perkuat Kolaborasi untuk Transformasi Digital Perguruan Tinggi
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI dalam mendukung penguatan komunikasi publik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi komunikasi yang mampu memperkuat diseminasi informasi, meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring kemitraan, serta membangun reputasi perguruan tinggi yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, komunikasi publik bukan sekadar fungsi administratif, melainkan bagian dari strategi institusi untuk menghadirkan kampus yang terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan tata kelola komunikasi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis transformasi digital yang adaptif, inovatif, dan siap menjadi rujukan dalam pengelolaan komunikasi publik di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.


