Mahasiswa FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Go International di Filipina, Belajar Akademik hingga Lestarikan Mangrove
UIN Siber Cirebon (Digos, Filipina) — Empat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendapat kesempatan memperluas pengalaman akademik dan budaya melalui International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026 bersama UM Digos College, Filipina, pada 10–15 Agustus 2026.
Program mobilitas internasional ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik global, bertukar pengetahuan, membangun jejaring internasional, sekaligus memahami budaya dan kehidupan masyarakat di negara lain.
Menariknya, kegiatan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Para mahasiswa juga mengikuti presentasi penelitian, sharing session, pertukaran budaya, pengabdian kepada masyarakat, hingga aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove.
Empat mahasiswa FEBI yang mengikuti program tersebut adalah Fifi Nur Aisah dari Program Studi Akuntansi Syariah, Lubna Alya dari Program Studi Pariwisata Syariah, Diva Aulia Ainur Kharisma dari Program Studi Ekonomi Syariah, serta Raquema Bonggoan Moten dari Program Studi Perbankan Syariah.
Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut menunjukkan komitmen FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang multidisipliner dan berwawasan global.
Belajar Tidak Lagi Berbatas Ruang Kelas
International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026 memberikan pengalaman bahwa pembelajaran perguruan tinggi dapat berlangsung di berbagai ruang dan lingkungan.
Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen dan buku, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan mahasiswa Filipina, masyarakat lokal, lembaga keuangan, lembaga akuntansi, serta komunitas lingkungan.
Prof Aan Jaelani: Mahasiswa Harus Berani Menembus Batas
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menilai program mobilitas internasional merupakan bagian penting dalam membangun pengalaman global mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan ruang untuk belajar di luar lingkungan kampus agar mampu melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.
“Mahasiswa harus berani menembus batas. Belajar tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana memahami masyarakat, budaya, teknologi, lingkungan, dan perkembangan dunia.”
Prof. Aan Jaelani menegaskan, pengalaman internasional juga harus mampu membentuk mahasiswa yang terbuka terhadap perbedaan, memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya, serta tetap membawa nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mahasiswa yang mengikuti program internasional bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari representasi institusi di tingkat global.
Dekan FEBI: Pengalaman Global Memperkuat Kompetensi Mahasiswa
Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., menekankan bahwa International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan pengalaman praktis, kemampuan berkomunikasi, dan wawasan lintas budaya.
“Pengalaman belajar di lingkungan internasional akan memperkaya cara pandang mahasiswa. Mereka dapat membandingkan praktik akademik dan kehidupan masyarakat di Indonesia dengan negara lain, kemudian mengambil pembelajaran yang relevan untuk dikembangkan ketika kembali ke tanah air.”
Ia berharap pengalaman empat mahasiswa FEBI di Filipina dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan dalam berbagai program internasional.
Wadek I: Internasionalisasi Harus Berdampak pada Pengembangan Mahasiswa
Sementara itu, Wakil Dekan I FEBI, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., menilai program mobilitas internasional memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.
Menurutnya, mahasiswa belajar beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan dalam lingkungan yang berbeda.
“Internasionalisasi pendidikan bukan sekadar membawa mahasiswa ke luar negeri. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman tersebut membentuk kompetensi, karakter, kemandirian, dan wawasan global mahasiswa.”
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik, budaya, pengabdian masyarakat, dan pelestarian lingkungan menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih utuh.
Dari Cirebon ke Filipina, Membawa Semangat Indonesia Mendunia
Keikutsertaan Fifi Nur Aisah, Lubna Alya, Diva Aulia Ainur Kharisma, dan Raquema Bonggoan Moten menjadi bagian dari langkah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas jejaring akademik internasional.
Program tersebut sekaligus membuka peluang untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan UM Digos College dan mengembangkan kerja sama akademik pada masa mendatang.
Lebih dari sekadar perjalanan akademik, International Mobility Program dan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026 memberikan pesan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki ruang untuk tampil, belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi di lingkungan internasional.
Dari Digos, Filipina, para mahasiswa membawa satu semangat: belajar secara global, tetap berakar pada nilai, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pengalaman di Filipina diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa FEBI untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta masyarakat global yang semakin dinamis.


