UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) – Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) Pengurus Cabang (PC) Kementerian Agama Republik Indonesia terus memantapkan langkah dalam membangun organisasi kehumasan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (26/6/2026).
Rapat yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut membahas secara komprehensif rencana Pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama, sekaligus merancang berbagai agenda strategis yang akan menjadi fondasi penguatan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Agama.
Pengurus Resmi Terbentuk, Pengukuhan Disiapkan Bersama Sekjen Kemenag
Dalam paparannya, Ketua Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama menyampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama telah resmi ditandatangani oleh Ketua Iprahumas Pusat. Sebanyak 54 pengurus tercantum dalam SK tersebut, di luar unsur dewan pembina, dewan pengarah, dan dewan pakar.
Turut mengikuti rapat koordinasi tersebut, Pranata Humas Ahli Muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai salah satu pengurus Iprahumas Pengurus Cabang (PC) Kementerian Agama. Kehadirannya menjadi representasi aktif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung penguatan organisasi profesi pranata humas di lingkungan Kementerian Agama sekaligus berkontribusi dalam penyusunan arah kebijakan komunikasi publik yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis transformasi digital.
Mohamad Arifin menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar membahas agenda pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk merumuskan program kerja yang mampu menjawab tantangan komunikasi publik di era digital.
“Iprahumas memiliki peran yang semakin strategis sebagai ruang kolaborasi bagi para pranata humas di lingkungan Kementerian Agama. Melalui rapat koordinasi ini, kami tidak hanya mempersiapkan pengukuhan kepengurusan, tetapi juga mulai menyusun berbagai program kerja yang berorientasi pada penguatan kapasitas SDM humas, transformasi digital, pengelolaan komunikasi publik, serta peningkatan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Kami berharap Iprahumas dapat menjadi wadah yang melahirkan inovasi, memperkuat jejaring, dan membangun budaya komunikasi pemerintah yang profesional, responsif, serta dipercaya publik,” ujar Mohamad Arifin.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kepengurusan Iprahumas menjadi bagian dari komitmen kampus untuk terus berkontribusi dalam pengembangan tata kelola komunikasi publik di tingkat nasional.
“Sebagai perguruan tinggi yang mengusung transformasi digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap mendukung penguatan ekosistem komunikasi publik melalui inovasi, peningkatan literasi digital, pengembangan kompetensi pranata humas, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan komunikasi pemerintah yang semakin terbuka, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Biro Protokol Kementerian Agama, forum menyepakati bahwa prosesi yang akan dilaksanakan menggunakan istilah “Pengukuhan”, bukan “Pelantikan”. Keputusan tersebut diambil karena secara administratif dan protokoler tidak memerlukan prosesi keagamaan maupun kehadiran rohaniawan.
Rencananya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI akan mengukuhkan langsung jajaran Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem kehumasan di lingkungan Kementerian Agama.
Hybrid Meeting Jadi Solusi Efektif
Menyikapi dinamika anggaran serta tingginya mobilitas para pengurus yang tersebar di seluruh Indonesia, rapat menyepakati bahwa kegiatan pengukuhan akan disiapkan dalam format hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan daring.
Apabila dilaksanakan secara tatap muka, lokasi kegiatan direncanakan bertempat di Gedung Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, sehingga memudahkan koordinasi sekaligus mendukung efektivitas pelaksanaan acara.
Pengukuhan Dikemas dengan Workshop Kehumasan Nasional
Tidak hanya bersifat seremonial, forum juga merancang konsep pengukuhan yang dipadukan dengan kegiatan penguatan kapasitas Pranata Humas.
Rangkaian acara yang telah disusun meliputi:
- Pembukaan
- Menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama
- Sambutan Ketua Iprahumas Pusat
- Sambutan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama
- Prosesi Pengukuhan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama
- Penyerahan Pataka Iprahumas
- Arahan Sekretaris Jenderal
- Foto bersama
- Workshop Penguatan Strategi Komunikasi dan Kehumasan
Forum menilai, konsep tersebut akan memberikan nilai tambah karena selain mengukuhkan kepengurusan baru, juga menjadi momentum peningkatan kompetensi Pranata Humas di lingkungan Kementerian Agama.
Kolaborasi dengan Dunia Industri Jadi Opsi Pendanaan
Salah satu pembahasan yang menarik dalam rapat adalah peluang membangun kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Beberapa sektor yang dinilai potensial untuk diajak bekerja sama antara lain perusahaan teknologi digital, keamanan siber (cybersecurity), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga sektor perbankan.
Melalui dukungan mitra strategis tersebut, kegiatan workshop diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta, bahkan ditargetkan mampu melibatkan hingga 1.000 Pranata Humas se-Indonesia secara daring.
Konsep ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kapasitas SDM kehumasan sekaligus memperluas dampak publikasi bagi seluruh mitra yang terlibat.
Penguatan Identitas Organisasi
Rapat juga membahas penggunaan atribut resmi organisasi pada saat pengukuhan.
Seluruh pengurus diusulkan mengenakan pakaian formal bernuansa hitam-putih dengan tambahan Pin Iprahumas Kementerian Agama sebagai identitas resmi organisasi.
Bagi peserta perempuan, forum mengusulkan penggunaan jilbab berwarna maroon yang selaras dengan identitas visual Iprahumas.
Langsung Bergerak Susun Program Kerja Nasional
Sebagai organisasi profesi yang menaungi Pranata Humas di lingkungan Kementerian Agama, Iprahumas tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial.
Forum sepakat agar setiap divisi mulai menyusun rancangan program kerja sebelum pelaksanaan pengukuhan sehingga pada saat kegiatan berlangsung pembahasan dapat difokuskan pada sidang pleno dan finalisasi program strategis.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena setiap bidang memiliki waktu yang cukup untuk menyusun inovasi dan gagasan terbaik dalam memperkuat komunikasi publik Kementerian Agama.
Siapkan Humas Kementerian Agama yang Adaptif dan Berdampak
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, konsep kegiatan akan dipresentasikan kepada Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI untuk memperoleh arahan sekaligus persetujuan mengenai waktu pelaksanaan.
Di sisi lain, seluruh divisi diminta mulai menginventarisasi berbagai ide kreatif sebagai bahan penyusunan program kerja nasional Iprahumas PC Kementerian Agama.
Pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat transformasi komunikasi publik di lingkungan Kementerian Agama. Melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, Iprahumas diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, profesional, adaptif, dan dipercaya masyarakat.
Dengan semangat “Humas Berdampak, Informasi Menginspirasi”, Iprahumas Kementerian Agama siap menghadirkan tata kelola komunikasi publik yang semakin modern dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang transparan, akuntabel, dan melayani.


