UIN Siber Cirebon – Kesadaran terhadap kekerasan berbasis gender perlu dibangun sejak dini, termasuk kemampuan mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Kajian Seru Tentu Berisi II (KASTURI II) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Biologi bekerja sama dengan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (8/8/2026).
Mengangkat tema “Pemimpin Masa Depan Cegah Femisida: Menginspirasi, Mengedukasi, dan Memberdayakan Generasi Peka Red Flags”, kegiatan dilaksanakan secara virtual mulai pukul 13.00 WIB. KASTURI II diikuti sekitar 34 peserta yang terdiri atas mahasiswa Jurusan Biologi dan Relawan Kampus Berdampak binaan Unit PSGAD.
Kegiatan menghadirkan Dr. Hj. Masri’ah, M.Ag., Kepala Unit PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai narasumber utama dan Shafira Daulah Ramadhani, mahasiswi Jurusan Biologi, sebagai moderator.
Mengenali Red Flags sebagai Langkah Awal Pencegahan
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Masri’ah menekankan pentingnya membangun kepekaan generasi muda terhadap berbagai tanda bahaya atau red flags dalam sebuah relasi. Menurutnya, kemampuan mengenali perilaku yang tidak sehat sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun relasi yang aman dan mencegah kekerasan berkembang menjadi tindakan yang lebih serius.
“Mengenali red flags dalam sebuah relasi bukan berarti kita harus selalu mencurigai orang lain, tetapi merupakan bagian dari membangun kesadaran dan keberanian untuk mengenali perilaku yang tidak sehat sejak dini. Mahasiswa memiliki peran penting untuk menjadi generasi yang peka, berani bersuara, dan turut mencegah kekerasan berbasis gender,” ujar Dr. Hj. Masri’ah.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak menormalisasi berbagai perilaku yang berpotensi menjadi tanda awal kekerasan dalam relasi. Kepekaan tersebut penting agar mahasiswa mampu mengambil sikap secara tepat serta turut menciptakan lingkungan yang aman bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Mahasiswa Didorong Menjadi Pemimpin yang Peka dan Berdaya
KASTURI II tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendorong mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta diajak membahas berbagai fenomena red flags yang masih kerap dianggap sebagai hal biasa dalam sebuah hubungan. Peserta juga diberikan ruang untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan berdasarkan fenomena yang mereka temui.
Pembahasan tersebut menjadi penting karena pencegahan kekerasan berbasis gender tidak hanya membutuhkan pemahaman, tetapi juga keberanian untuk mengenali, menyikapi, dan mencegah perilaku kekerasan sejak awal.
Kolaborasi Himpunan Mahasiswa Biologi dan PSGAD
Kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Biologi dan PSGAD melalui KASTURI II menjadi bentuk sinergi dalam menghadirkan ruang edukasi mengenai isu gender, anak, dan perlindungan dari kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini sekaligus memperluas perspektif mahasiswa bahwa kapasitas seorang calon pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kepekaan terhadap persoalan sosial, keberanian bersuara, serta kepedulian terhadap terciptanya lingkungan yang aman dan berkeadilan.
Melalui KASTURI II, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang lebih kritis dan responsif terhadap kekerasan berbasis gender. Edukasi dan kesadaran yang dibangun sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memutus mata rantai kekerasan, termasuk mencegah terjadinya kekerasan yang lebih serius terhadap perempuan.
Selaras dengan Komitmen SDGs
Kegiatan KASTURI II juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5: Kesetaraan Gender yang mendorong penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Selain itu, kegiatan ini relevan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai isu kekerasan berbasis gender, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, terutama dalam mendorong lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Melalui kolaborasi edukatif seperti KASTURI II, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong terbentuknya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, keberanian untuk bersuara, dan komitmen dalam membangun lingkungan yang aman serta berkeadilan.


