Berita Ekoteologi Kegiatan SDGs
Home » Pos » Berita » Kerusakan Alam Bisa Jadi Penyebab Penyakit, Ini Solusi yang Ditawarkan Riset UIN Siber Cirebon dan Pesantren Kanzul Ulum

Kerusakan Alam Bisa Jadi Penyebab Penyakit, Ini Solusi yang Ditawarkan Riset UIN Siber Cirebon dan Pesantren Kanzul Ulum

Kerusakan Alam Bisa Jadi Penyebab Penyakit, Ini Solusi yang Ditawarkan Riset UIN Siber Cirebon dan Pesantren Kanzul Ulum

UIN Siber Cirebon – Di tengah meningkatnya ancaman krisis lingkungan, pencemaran alam, dan berbagai penyakit yang dipicu kerusakan ekosistem, Pondok Pesantren Kanzul Ulum Kota Cirebon menghadirkan sebuah terobosan pemikiran yang memadukan nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Menggagas Fikih Ekologi dan Ekonomi Hijau”, pesantren ini mendorong lahirnya solusi nyata berbasis riset yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 14 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari akselerasi luaran Penelitian MoRA Kementerian Agama RI–LPDP Tahun 2026 yang digawangi tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Mengusung tema “Penyakit yang Diakibatkan Racun Alam”, kajian ini tidak hanya mengulas persoalan kesehatan dari sisi medis, tetapi juga mengupas akar masalah lingkungan melalui perspektif Ekonomi Syariah, Fikih Ekologi (Fiqh al-Bi’ah), dan Maqasid Syariah.

Kegiatan yang digelar di bawah kepemimpinan Dr. Kyai Tosuerdi, S.H.I., M.Pd.I. ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas disiplin yang juga merupakan anggota Tim Peneliti MoRA-LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Guru Besar Ekonomi Syariah, Dr. Dewi Cahyani, M.Pd., Kepala Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam, serta praktisi herbalis alami Deden Lesmana.

Riset Tidak Boleh Berhenti di Rak Perpustakaan

Dalam paparannya, Prof. Dr. Abdul Aziz menegaskan bahwa paradigma penelitian saat ini harus bergerak menuju impactful research atau riset berdampak, yakni penelitian yang mampu memberikan solusi konkret atas persoalan masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti sebagai laporan akademik atau sekadar publikasi ilmiah. Hasil riset harus hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan nyata, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh umat,” tegasnya.

UIN Siber Cirebon Perkuat SPIP dan Manajemen Risiko, Wujudkan Tata Kelola Kampus yang Akuntabel, Transparan, dan Adaptif

Menurutnya, isu lingkungan saat ini menjadi tantangan global yang membutuhkan pendekatan multidisipliner, termasuk pendekatan keagamaan. Islam memiliki konsep yang sangat kuat dalam menjaga keseimbangan alam melalui prinsip kemaslahatan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Membangun Green Economy Berbasis Nilai Islam

Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam kajian tersebut adalah penguatan konsep Green Economy atau Ekonomi Hijau Berbasis Syariah.

Praktisi herbalis Deden Lesmana menjelaskan bahwa banyak penyakit modern muncul akibat akumulasi racun yang berasal dari kerusakan lingkungan, penggunaan bahan kimia berlebihan, hingga pola produksi yang tidak ramah alam.

“Islam mengajarkan keseimbangan. Alam bukan objek eksploitasi, melainkan amanah yang harus dijaga. Ketika manusia merusak lingkungan demi keuntungan sesaat, dampaknya akan kembali kepada manusia dalam bentuk berbagai penyakit dan krisis ekologis,” jelas Deden.

Ia menambahkan bahwa pengembangan pertanian organik, pemanfaatan tanaman herbal, dan ekonomi sirkular berbasis syariah dapat menjadi solusi untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat sekaligus berkelanjutan.

Benchmarking UIN Jakarta ke UIN Siber Cirebon: Perkuat Layanan Kemahasiswaan Berkelanjutan Menuju Smart Campus Berdaya Saing Global

Fikih Ekologi: Menjaga Lingkungan adalah Ibadah

Kajian ini juga memperkenalkan pendekatan baru berupa Fikih Ekologi (Fiqh al-Bi’ah) yang memperluas makna Maqasid Syariah dalam konteks kekinian.

Jika selama ini Maqasid Syariah dikenal melalui lima tujuan utama syariat, seperti menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, maka para peneliti menawarkan penguatan konsep Hifdz al-Bi’ah (perlindungan lingkungan) sebagai bagian penting dari kemaslahatan umat.

Menurut Dr. Dewi Cahyani, kerusakan lingkungan bukan lagi isu masa depan, melainkan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

“Menjaga lingkungan sejatinya adalah bagian dari ibadah. Ketika udara bersih, air terjaga, dan pangan sehat tersedia, maka kualitas hidup masyarakat juga meningkat. Karena itu, pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, termasuk melalui lembaga pesantren,” ujarnya.

Dana ZISWAF untuk Menyelamatkan Lingkungan

Gagasan menarik lainnya adalah pemanfaatan instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) untuk mendukung program-program pelestarian lingkungan.

27 PNS UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Resmi Ambil Sumpah Jabatan, Siap Wujudkan Layanan Pendidikan yang Profesional dan Berintegritas

Melalui pendekatan ini, dana sosial keagamaan tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program produktif seperti rehabilitasi lahan kritis, penyediaan sanitasi sehat, konservasi sumber air, hingga edukasi kesehatan berbasis lingkungan.

Konsep tersebut dinilai sangat relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah dalam menjawab tantangan zaman.

Pesantren Menjadi Laboratorium Solusi Masa Depan

Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum, Dr. Kyai Tosuerdi, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa pesantren harus menjadi pusat lahirnya solusi bagi berbagai persoalan umat, termasuk isu lingkungan.

Mengacu pada kandungan Al-Qur’an Surat Al-Jatsiyah ayat 4 dan Ali Imran ayat 190, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan fenomena alam sebagai sarana belajar dan memperkuat kesadaran ekologis.

“Alam adalah ayat-ayat kauniyah yang harus dibaca dan dipahami. Ketika manusia memahami cara kerja alam, maka ia akan lebih bijak dalam mengelolanya. Di situlah lahir peradaban yang berkelanjutan,” tuturnya.

Menginspirasi Masyarakat untuk Hidup Lebih Sehat dan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi antara akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, praktisi lingkungan, dan komunitas pesantren, kegiatan ini menjadi bukti bahwa riset dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar kajian keagamaan, forum ini mengajarkan bahwa menjaga lingkungan, mengonsumsi pangan sehat, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan membangun ekonomi yang ramah alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Tim Peneliti MoRA Kemenag RI–LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus menghadirkan penelitian yang membumi, berbasis kebutuhan masyarakat, serta mampu menjawab tantangan global melalui kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman.

Karena pada akhirnya, menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama demi mewariskan kehidupan yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Archives

Pos Terbaru