UIN Siber Cirebon – Upaya menumbuhkan minat baca dan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak. Hal tersebut diwujudkan oleh KKN Tematik 2026 Kelompok 11 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui program Perpustakaan Keliling di Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang mengusung konsep literasi interaktif ini dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 09.30–11.30 WIB di Masjid Jami’ Darussalam Astanajapura. Peserta kegiatan berasal dari siswa MI NU Putra, MI NU Putri, SDN 1 Astanajapura, dan SDN 2 Astanajapura.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan literasi anak sekaligus menghadirkan aktivitas membaca yang edukatif dan menyenangkan di tengah masyarakat.
Membaca, Bercerita, hingga Menceritakan Kembali
Perpustakaan Keliling KKN Kelompok 11 tidak hanya menghadirkan buku untuk dibaca. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui sejumlah aktivitas, mulai dari membaca buku, storytelling, hingga kegiatan menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.
Melalui aktivitas tersebut, anak-anak tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga dilatih memahami isi bacaan, mengingat informasi penting, serta menyampaikan kembali cerita menggunakan bahasa mereka sendiri.
Antusiasme peserta terlihat ketika anak-anak memilih bahan bacaan sesuai dengan ketertarikan masing-masing. Mereka kemudian mengikuti sesi membaca dan storytelling dengan aktif. Sejumlah peserta juga berani tampil untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan hadiah kepada anak-anak yang berani dan mampu menyampaikan kembali isi bacaan. Apresiasi tersebut diberikan untuk mendorong rasa percaya diri sekaligus meningkatkan motivasi anak agar semakin tertarik membaca.
Mendorong Budaya Literasi yang Berkelanjutan
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk melihat kondisi literasi anak secara lebih dekat. Dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya perbedaan kemampuan membaca dan memahami bacaan di antara peserta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian anak masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dalam kegiatan literasi.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan program literasi di masyarakat. Kehadiran perpustakaan keliling diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi pemantik agar aktivitas membaca terus dilakukan secara berkelanjutan.
Guru MI NU Putra, Ibu Hj. Masyitoh, menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan sekaligus akses yang mudah bagi anak-anak.
“Saya setuju, tetapi tetap diperhatikan bagaimana untuk bisa berkelanjutan. Dan yang terpenting adalah perhatikan tempat yang strategis. Permudah akses waktu agar tidak menghambat kegiatan yang sudah dijadwalkan.”
Sementara itu, Ibu Hj. Mahmudah, Guru MI NU Putri, melihat kegiatan perpustakaan keliling sebagai aktivitas yang mampu meningkatkan rasa ingin tahu anak.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini anak-anak menjadi lebih tertarik dan gemar membaca. Kehadiran pihak dari luar juga dapat menumbuhkan rasa penasaran dan antusiasme anak-anak. Saya berharap kegiatan perpustakaan keliling ke depannya dapat terus berjalan dengan lancar.”
Kolaborasi untuk Memperkuat Literasi Anak
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 11, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I. Dukungan juga datang dari pihak sekolah, masyarakat, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon.
Dr. Siti Maryam Munjiat menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut.
“Saya mendukung pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Keliling yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 11. Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi anak-anak di Desa Astanajapura.”
Ketua Kelompok KKN 11, Ali Rahman Hakim, mengatakan bahwa kegiatan perpustakaan keliling merupakan salah satu bentuk upaya mahasiswa untuk menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat memiliki kesempatan untuk mengenal lebih banyak buku, memperoleh pengetahuan baru, serta menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan. Kami juga berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung pada hari ini, tetapi dapat memberikan motivasi kepada adik-adik semua untuk terus belajar dan membaca.”
Dukungan juga diberikan oleh Ananto Setiaji, S.Sos., Ryan Yanuar, S.Kom., dan Ayu Pratiwi, S.Ipust. dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon. Mereka mengapresiasi antusiasme para siswa sekaligus berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan setelah masa KKN berakhir.
Literasi sebagai Investasi Masa Depan
Perpustakaan Keliling KKN Kelompok 11 menjadi salah satu bentuk sederhana untuk mendekatkan buku dan aktivitas membaca kepada anak-anak. Dengan pendekatan yang interaktif, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga melatih komunikasi, keberanian, daya ingat, dan kemampuan memahami informasi.
Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan kesempatan belajar yang inklusif dan mendorong peningkatan kemampuan literasi anak.
Selain itu, penguatan kemampuan membaca dan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu belajar secara mandiri dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui KKN 11 UIN Siber Cirebon, kegiatan pengabdian kembali menunjukkan bahwa literasi dapat dimulai dari langkah sederhana: menghadirkan buku, menyediakan ruang untuk membaca, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita.
Sebab, ketika anak mulai gemar membaca, mereka tidak hanya menemukan cerita di dalam buku, tetapi juga menemukan pengetahuan, keberanian, dan kemungkinan baru untuk mewujudkan cita-cita.


