UIN Siber Cirebon (Mertasinga) — Menanam pohon sekaligus merawat budaya lokal. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa KKN Kelompok 119 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat melaksanakan kegiatan penghijauan di Sanggar Seni Kencana Ungu, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi semakin istimewa karena penanaman pohon dikemas dalam nuansa budaya Cirebon. Mahasiswa bersama pengelola sanggar dan masyarakat mengikuti prosesi yang mengangkat adat serta tradisi lokal sebelum melakukan penanaman.
Tidak sekadar menghijaukan lingkungan, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami bahwa menjaga alam dan melestarikan budaya dapat dilakukan secara bersamaan.
Tanam Pohon dengan Nuansa Budaya Cirebon
Nuansa budaya terasa kuat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah mahasiswa mengenakan pakaian adat berwarna hitam dan putih, kain bermotif batik, serta ikat kepala. Peserta lainnya mengenakan busana khas Cirebon dengan perlengkapan tradisional.
Pemandangan tersebut membuat kegiatan penghijauan terasa berbeda. Penanaman pohon tidak hanya menjadi aksi lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Cirebon kepada generasi muda.
Sanggar Seni Kencana Ungu dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga kesenian dan kebudayaan Cirebon. Sanggar menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal berbagai seni tradisional yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Sebelum pohon ditanam, mahasiswa bersama pihak sanggar dan masyarakat mengikuti prosesi budaya. Selanjutnya, pohon ditanam di lingkungan sanggar sebagai simbol harapan agar alam tetap terjaga dan budaya terus tumbuh.
Bagian dari Gerakan 17.845 Pohon
Program tersebut juga menjadi bagian dari gerakan penanaman pohon dalam KKN Tematik 2026 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Program penghijauan ini menargetkan penanaman 17.845 pohon yang melibatkan 145 kelompok KKN di wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Kota Cirebon.
Angka 17.845 memiliki makna simbolis, yaitu 17 Agustus 1945, tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian, gerakan menanam pohon menjadi salah satu cara mahasiswa mengisi kemerdekaan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 119, H. Saeful Badar, M.A., mengapresiasi kegiatan yang memadukan kepedulian lingkungan dengan kearifan lokal.
Menurutnya, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa mampu hadir dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan warga. Menanam pohon sekaligus mengenalkan budaya lokal menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujarnya.
Menanam Pohon, Merawat Budaya
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan SDGs UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., menilai gerakan penanaman pohon melalui KKN Tematik merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatannya.
“Menanam adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah memastikan pohon tersebut dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan gerakan penghijauan,” ungkapnya.
Kegiatan KKN Kelompok 119 juga memberikan pengalaman sosial dan budaya bagi mahasiswa. Mereka belajar bahwa masyarakat memiliki kearifan lokal yang dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan program pembangunan lingkungan.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa memberikan ruang bagi Sanggar Seni Kencana Ungu untuk semakin mengenalkan budaya Cirebon kepada generasi muda.
Dari Mertasinga, pesan sederhana pun lahir: alam perlu dijaga, budaya harus dirawat, dan keduanya akan tumbuh lebih kuat ketika dilakukan bersama.
Penanaman pohon di Sanggar Seni Kencana Ungu menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Sebuah pohon ditanam hari ini, dengan harapan lingkungan menjadi lebih hijau dan tradisi Cirebon tetap hidup bagi generasi mendatang.


