Agenda Kegiatan KKN | Pengabdian Masyarakat SDGs
Home » Pos » Agenda » KKN 121 UIN Siber Cirebon Tanamkan Kebiasaan Memilah Sampah Sejak Bangku Sekolah Dasar

KKN 121 UIN Siber Cirebon Tanamkan Kebiasaan Memilah Sampah Sejak Bangku Sekolah Dasar

Mahasiswa KKN 121 UIN Siber Cirebon memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa SD

UIN Siber Cirebon – Kesadaran menjaga lingkungan perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 121 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menggelar sosialisasi pemilahan sampah bagi siswa sekolah dasar di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membiasakan anak-anak memilah sampah sejak usia sekolah.

Program sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri 1 Matangaji pada 23 Juli 2026 dan SD Negeri 2 Matangaji pada 5 Agustus 2026. Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN 121 terlebih dahulu melakukan audiensi dengan kepala sekolah masing-masing. Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan tujuan program, membangun kesepahaman mengenai pentingnya edukasi lingkungan bagi siswa, serta menyesuaikan teknis pelaksanaan dengan kondisi dan jadwal sekolah.

Mengenalkan Sampah Organik, Anorganik, dan B3

Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN 121 mengenalkan tiga jenis sampah yang perlu diketahui siswa sejak dini, yakni sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Sampah organik dijelaskan sebagai sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan dan dedaunan. Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang lebih sulit terurai, seperti plastik, kertas, dan botol. Adapun sampah B3 dikenalkan sebagai jenis sampah yang dapat membahayakan kesehatan maupun lingkungan, seperti baterai bekas dan bahan kimia rumah tangga.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal istilah dan jenis sampah, tetapi juga memahami bagaimana menerapkan pemilahan dalam aktivitas sehari-hari.

“Dari Topi, Slayer, Buku Catatan hingga PIN, DEMA UIN Siber Cirebon Siapkan Atribut Keren untuk Maba PBAK 2026”

Belajar Memilah Sampah Sambil Bermain

Agar edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN 121 menggunakan metode belajar sambil bermain. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti permainan memilah contoh sampah organik dan anorganik ke dalam kategori yang sesuai.

Kegiatan tersebut membuat suasana belajar berlangsung lebih interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti permainan sekaligus belajar mengenali jenis sampah melalui pengalaman secara langsung.

Metode tersebut juga membantu siswa memahami bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti membuang dan memilah sampah pada tempat yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Ubah Galon Bekas Menjadi Tong Sampah

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN 121 turut menyerahkan tong sampah khusus anorganik kepada masing-masing sekolah. Menariknya, fasilitas tersebut dibuat sendiri oleh mahasiswa dengan memanfaatkan bahan bekas berupa galon air mineral bekas yang dipadukan dengan jaring kawat.

Pemanfaatan bahan bekas tersebut menjadi bagian dari pesan edukasi yang ingin disampaikan kepada siswa. Barang yang sudah tidak digunakan tidak selalu harus berakhir menjadi sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki fungsi baru.

Mantapkan PBAK 2026, UIN Siber Cirebon Perkuat Koordinasi Panitia dan Mahasiswa

Inovasi sederhana tersebut sekaligus memperkenalkan prinsip pemanfaatan kembali barang bekas kepada siswa dan memperkuat pesan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan sekolah.

Sekolah Apresiasi Edukasi Lingkungan

Kepala SD Negeri 1 Matangaji, Vivi, menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN 121. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah memberikan pengalaman penting bagi siswa untuk mulai memahami kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat sekali bagi siswa-siswi kami. Anak-anak jadi lebih peka dan paham bagaimana cara menjaga lingkungan sejak dini, mulai dari hal sederhana seperti memilah sampah. Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN 121 yang sudah mau berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak antusias mengikutinya,” ujar Vivi.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SD Negeri 2 Matangaji, Akhmad Makmur, M.Pd. Ia menilai metode interaktif melalui permainan membuat materi lebih mudah diterima oleh siswa.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi ini karena sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak usia dini. Dengan cara yang interaktif seperti games kelompok, anak-anak jadi lebih mudah memahami pentingnya memilah sampah, dan kami berharap kebiasaan ini bisa terus dibawa hingga mereka dewasa,” tuturnya.

Mahasiswa BSA UIN Siber Cirebon Perkuat Pembelajaran Bahasa Arab di Maahad Al Iman Li Ulumil Quran Malaysia

Bangun Kebiasaan Lingkungan Secara Berkelanjutan

Bagi mahasiswa KKN 121, sosialisasi pemilahan sampah bukan sekadar kegiatan edukasi satu kali, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan lingkungan secara berkelanjutan di Desa Matangaji.

Program tersebut melengkapi berbagai upaya yang telah dilakukan KKN 121 sebelumnya, termasuk revitalisasi bank sampah dan gerakan penghijauan. Dengan melibatkan siswa sekolah dasar, mahasiswa berharap pesan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak generasi paling muda.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 121, Nurlaili Khikmawati, M.Ant., turut mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Melalui edukasi yang dilakukan secara sederhana, interaktif, dan aplikatif, KKN Kelompok 121 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap siswa tidak hanya memahami jenis-jenis sampah, tetapi juga mampu menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

Lebih jauh, kebiasaan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi Desa Matangaji yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Kaitan dengan SDGs

Kegiatan ini mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui pemberian edukasi lingkungan dengan metode pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan usia peserta didik.

Program ini juga sejalan dengan SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya melalui penguatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan, serta SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi pemilahan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas.

Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim dengan mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sejak tingkat sekolah dasar.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru