UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 126 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mempelajari praktik produksi pangan sekaligus inovasi pengelolaan limbah organik melalui kunjungan industri ke pabrik sohun di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami proses produksi industri pangan lokal sekaligus melihat bagaimana limbah dapat dimanfaatkan kembali agar lebih ramah lingkungan.
Kunjungan diikuti 15 mahasiswa KKN Kelompok 126 di bawah kepemimpinan Rifki Nur Majid. Selama kegiatan, mahasiswa didampingi mandor pabrik, Udin, yang memberikan penjelasan mengenai sejarah usaha, bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan limbah yang diterapkan di lingkungan pabrik.
Mengenal Proses Produksi Sohun dari Dekat
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai proses produksi sohun yang menggunakan bahan baku berupa pati sagu dan pati aren. Mahasiswa kemudian melakukan observasi langsung terhadap sejumlah tahapan produksi, mulai dari pencampuran bahan baku, pemasakan, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan.
Melalui observasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya menjaga kualitas pada setiap tahapan produksi. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana industri pangan lokal menjalankan proses produksi dengan memanfaatkan bahan baku secara optimal.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui observasi, tetapi juga melalui sesi tanya jawab. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menggali informasi mengenai pengelolaan produksi dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan industri pangan di tingkat lokal.
Limbah Organik Diolah Kembali
Salah satu hal yang menjadi perhatian mahasiswa dalam kunjungan tersebut adalah pengelolaan limbah organik. Limbah dari proses produksi maupun produk yang tidak memenuhi standar kualitas tidak seluruhnya langsung dibuang, tetapi masih dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu.
Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi limbah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Limbah organik yang masih memiliki potensi untuk diolah dimanfaatkan menjadi produk turunan atau kebutuhan produksi lainnya.
Mandor pabrik, Udin, menjelaskan bahwa pengelolaan bahan baku dan limbah menjadi bagian dari upaya menjaga efisiensi produksi sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.
“Kami selalu berupaya menjaga kualitas sohun mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksinya. Selain menghasilkan produk yang berkualitas, kami juga berusaha memanfaatkan kembali limbah organik agar tidak terbuang sia-sia. Dengan cara ini, proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan,” ujarnya.
Libatkan Masyarakat dan Dukung Ekonomi Lokal
Selain mempelajari aspek produksi dan lingkungan, mahasiswa juga melihat kontribusi industri sohun terhadap masyarakat sekitar. Keberadaan pabrik turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat sehingga aktivitas industri tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa potensi industri lokal dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan efisiensi produksi dan keberlanjutan lingkungan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 126, Dr. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap kegiatan kunjungan industri tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari inovasi dalam proses produksi. Pemanfaatan kembali limbah organik juga menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan dapat diterapkan melalui langkah-langkah sederhana di tingkat industri lokal.
Belajar Produksi Berkelanjutan dari Potensi Lokal
Kunjungan industri pabrik sohun menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa KKN Kelompok 126 untuk memahami potensi ekonomi dan lingkungan di Desa Banjarwangunan. Pengalaman tersebut mempertemukan mahasiswa dengan praktik nyata mengenai produksi pangan, pemanfaatan bahan baku, pengelolaan limbah, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal.
Melalui pembelajaran langsung tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya mengoptimalkan potensi daerah dengan tetap menjaga kualitas produk dan lingkungan. Pengelolaan limbah organik yang tepat juga dapat menjadi langkah untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan kunjungan industri KKN Kelompok 126 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pembelajaran mengenai pemanfaatan kembali limbah organik dan efisiensi penggunaan bahan baku dalam proses produksi.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena industri lokal yang dikunjungi turut melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas produksi dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Selain itu, praktik pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengurangan limbah dan penerapan praktik produksi yang lebih berkelanjutan.
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 126 tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan sohun, tetapi juga belajar bahwa inovasi pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dalam pengembangan industri lokal.


