UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkenalkan KanciLib (Kanci Kulon Digital Library) kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi di SDN 1 Kanci Kulon pada Selasa (11/08/2026). Program ini menjadi inovasi literasi digital yang dirancang untuk memberikan akses bacaan secara lebih mudah, praktis, dan luas bagi masyarakat Desa Kanci Kulon.
KanciLib merupakan perpustakaan digital yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat Kanci Kulon melalui perangkat gawai. Program ini hadir dengan memanfaatkan teknologi Google Lens sehingga masyarakat dapat mengakses koleksi bacaan hanya dengan memindai barcode yang telah disediakan di sejumlah ruang publik, seperti sekolah, balai desa, dan masjid.
KanciLib Hadirkan Akses Buku dalam Genggaman
Sosialisasi KanciLib menjadi bagian dari upaya KKN Kelompok 13 untuk memperkenalkan cara baru dalam mengakses bahan bacaan. Mahasiswa menjelaskan bahwa perpustakaan tidak selalu harus hadir dalam bentuk ruangan yang dipenuhi rak dan buku fisik. Melalui teknologi digital, akses terhadap buku dapat diperluas tanpa terbatas oleh tempat dan waktu.
Dengan konsep tersebut, masyarakat cukup menggunakan gawai untuk memindai barcode KanciLib menggunakan Google Lens. Setelah barcode dipindai, pengguna dapat mengakses perpustakaan digital dan memilih bacaan yang tersedia.
Kehadiran KanciLib juga menjadi alternatif untuk menjaga keberlangsungan koleksi bacaan. Berbeda dengan buku fisik yang dapat rusak, hilang, atau mengalami keterbatasan dalam penyimpanan, koleksi digital dapat diakses kembali melalui perangkat yang terhubung dengan layanan tersebut.
Barcode Ditempatkan di Ruang Publik
Untuk mempermudah akses masyarakat, mahasiswa KKN Kelompok 13 menempatkan barcode KanciLib di beberapa lokasi yang dekat dengan aktivitas warga. Barcode tersebut dapat ditemukan di sekolah, balai desa, dan masjid.
Penempatan di berbagai ruang publik diharapkan membuat KanciLib tidak hanya menjadi program untuk siswa sekolah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas. Siapa pun yang memiliki perangkat gawai dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membaca dan menambah wawasan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 13 berupaya menggabungkan gerakan literasi dengan perkembangan teknologi digital. KanciLib diharapkan menjadi sarana yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sumber pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan membaca di tengah perkembangan era digital.
Mendorong Budaya Literasi Berbasis Digital
Program KanciLib berangkat dari pemahaman bahwa buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan. Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 13 berupaya menghadirkan wadah yang dapat membantu masyarakat memperoleh bahan bacaan dengan cara yang lebih fleksibel.
Tidak hanya memperkenalkan perpustakaan digital, sosialisasi ini juga menjadi bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan teknologi untuk kegiatan yang produktif. Gawai yang sehari-hari digunakan untuk berkomunikasi dan mengakses berbagai informasi dapat dimanfaatkan pula sebagai sarana membaca dan belajar.
Melalui KanciLib, mahasiswa berharap masyarakat Kanci Kulon semakin dekat dengan bahan bacaan dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara mandiri.
Satu Klik, Sejuta Ilmu
Ketua Kelompok KKN 13, Roan Adinata, bersama mahasiswa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan KanciLib sebagai fasilitas literasi bersama. Program ini diharapkan dapat terus digunakan dan dikembangkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dr. H. Moh. Masnun selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta mendapat dukungan dari Subandi selaku Kepala Desa Kanci Kulon.
KanciLib menjadi langkah sederhana untuk menghadirkan akses pengetahuan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, budaya membaca dapat terus didorong tanpa harus bergantung pada keberadaan perpustakaan fisik.
“Satu klik sejuta ilmu: KanciLib milik kita.”
KanciLib sebagai Inovasi Literasi Digital
KanciLib menghadirkan perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat Kanci Kulon secara bebas melalui gawai. Akses dilakukan dengan memindai barcode KanciLib menggunakan Google Lens, sehingga masyarakat dapat membuka koleksi bacaan secara praktis. Barcode ditempatkan di lokasi strategis seperti sekolah, balai desa, dan masjid agar akses terhadap sumber pengetahuan semakin mudah dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat budaya literasi. Dengan menghadirkan buku dalam format digital, KKN Kelompok 13 berupaya menciptakan akses pengetahuan yang lebih fleksibel, berkelanjutan, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan KanciLib mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui perluasan akses terhadap sumber belajar dan bahan bacaan. Program ini juga relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana literasi masyarakat.


