UIN Siber Cirebon (Kesenden) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 131 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali melanjutkan program edukasi pelestarian lingkungan bersama siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Kesenden, Kota Cirebon, pada Rabu (5/8/2026). Memasuki hari ketiga, kegiatan difokuskan pada praktik daur ulang sampah anorganik, khususnya tutup botol plastik, menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna.
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian lanjutan setelah sebelumnya mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah dan mengajak siswa mempraktikkan pemilahan sampah anorganik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 131 ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses membuang dan memilah, tetapi dapat dilanjutkan dengan mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat.
Dalam praktiknya, mahasiswa KKN 131 bersama para siswa mengolah tutup botol menjadi beberapa produk, di antaranya gantungan kunci, hiasan frame foto, dan kalender abadi. Para siswa terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan dengan memanfaatkan tutup botol yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dipilah.
Salah satu mahasiswa KKN 131, Siti Arisah, mengatakan bahwa pembuatan kalender abadi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan tutup botol yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia berharap produk tersebut dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah dan menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan.
“Kalender abadi ini nantinya bisa digunakan di setiap kelas, sehingga tidak perlu terus menggunakan kalender kertas yang harus diganti setiap tahun. Kami ingin menunjukkan bahwa tutup botol yang sederhana juga bisa dimanfaatkan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang berguna,” ujar Siti Arisah.
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa KKN 131 Nagita Elvazrina menjelaskan bahwa tutup botol memiliki banyak potensi untuk dikembangkan menjadi kerajinan sederhana. Selain kalender abadi, siswa juga diajak memanfaatkannya menjadi gantungan kunci dan hiasan pada frame foto.
“Tutup botol tidak harus langsung menjadi sampah. Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat berbagai kerajinan, seperti gantungan kunci dan hiasan frame foto. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik melihat bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih bisa memiliki nilai dan fungsi,” tutur Nagita Elvazrina.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari mahasiswa, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep daur ulang sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini menjadi bagian dari upaya KKN Kelompok 131 membangun pola pengelolaan sampah secara utuh, mulai dari mengenali, memilah, hingga mendaur ulang. Dengan demikian, edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kebiasaan membuang sampah sesuai jenisnya, tetapi dilanjutkan dengan pemanfaatan kembali sampah agar memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 131 berharap siswa SDN Kesenden dapat menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di sekolah maupun di rumah. Selain mengurangi jumlah sampah anorganik, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang memiliki manfaat nyata.


