UIN Siber Cirebon – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir diwujudkan melalui aksi nyata Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 131 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan menanam 320 bibit mangrove di kawasan Pantai Kesenden, Kota Cirebon, pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi program kerja perdana KKN Kelompok 131 sekaligus bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi.
Aksi konservasi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, organisasi kemahasiswaan, dan masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Hadir dalam kegiatan ini Camat Kejaksan Achmad Muhaimin, SSTP., M.H., Lurah Kesenden Resya Jonanta, S.I.P., perangkat Kecamatan Kejaksan, perangkat Kelurahan Kesenden, Karang Taruna, serta tiga mitra kolaborasi, yaitu Kolaborator Kebaikan Indonesia, Climate Rangers Cirebon, dan UKM Mahapeka UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Program Perdana KKN yang Berorientasi Konservasi Lingkungan
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, sambutan dari para pemangku kepentingan, dilanjutkan prosesi penanaman mangrove, kemudian ditutup dengan diskusi lingkungan yang menghadirkan pegiat lingkungan Fakhrudin sebagai narasumber dan dipandu oleh M. Rayzif Syah.
Koordinator Desa KKN Kelompok 131, Muhammad Aqil, menjelaskan bahwa penanaman mangrove dipilih sebagai program kerja pertama karena bertepatan dengan momentum Hari Mangrove Sedunia sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kawasan pesisir.
“Hari ini kami melaksanakan program kerja pertama KKN Kelompok 131 sekaligus memperingati Hari Mangrove Sedunia. Sebanyak 320 bibit mangrove telah kami siapkan untuk ditanam bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di Kelurahan Kesenden,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi pantai, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 131, Patimah, M.Ag., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang berhasil menghadirkan kegiatan kolaboratif bersama berbagai pihak. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata. Saya berharap semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan seperti ini terus tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Kesenden Resya Jonanta, S.I.P., yang berharap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir Kelurahan Kesenden.
Sementara itu, Camat Kejaksan Achmad Muhaimin, SSTP., M.H., menilai kegiatan tersebut menjadi contoh positif bagaimana mahasiswa mampu menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Menanam Mangrove, Menanam Harapan bagi Masa Depan Pesisir
Usai seremoni, seluruh peserta bersama-sama melakukan penanaman 320 bibit mangrove di kawasan Pantai Kesenden. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi, meningkatkan kualitas ekosistem pesisir, serta memperkuat kesadaran masyarakat mengenai fungsi strategis hutan mangrove.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi lingkungan yang membahas tantangan konservasi pesisir serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 131 berharap gerakan pelestarian mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.
Mendukung Pencapaian SDGs
Kegiatan penanaman mangrove ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi perubahan iklim, SDG 14 (Ekosistem Lautan) dengan menjaga kelestarian kawasan pesisir, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui rehabilitasi lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.


