UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 133 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan eksplorasi potensi lokal melalui kunjungan dan pembelajaran langsung di tambak garam Desa Gebang Mekar, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan tambak garam tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal proses produksi garam sekaligus memahami aktivitas ekonomi yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung dari Bapak Lukman selaku pekerja tambak garam dan Bapak Edi selaku pemilik tambak. Mahasiswa diajak melihat sekaligus mempelajari tahapan produksi garam, mulai dari pengelolaan air laut hingga proses panen.
Mengenal Proses Air Laut Menjadi Kristal Garam
Proses pembuatan garam diawali dengan mengalirkan air laut ke dalam petak tambak yang belum dilapisi plastik. Air kemudian didiamkan selama kurang lebih 2–4 hari untuk menjalani proses penguapan secara alami.
Setelah proses tersebut, air laut dialirkan atau dipindahkan ke petak tambak berikutnya. Sementara itu, petak sebelumnya mulai dipersiapkan dengan memasang lapisan plastik yang menjadi bagian dari proses produksi garam.
Air yang telah dipindahkan kemudian kembali didiamkan dan mengalami penguapan secara bertahap. Seiring berkurangnya kandungan air, mulai terbentuk butiran atau kristal garam di permukaan tambak.
Ketika kristal garam telah mencapai kondisi yang siap dipanen, petani mengumpulkan garam tersebut untuk selanjutnya dipasarkan. Sebagian hasil panen dijual kepada pengepul untuk dipasarkan secara langsung, sementara sebagian lainnya masuk ke pabrik untuk diolah lebih lanjut menjadi garam halus.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa produksi garam membutuhkan proses yang bertahap serta ketelitian dalam mengelola setiap petak tambak.
Cuaca dan Pasang Surut Jadi Tantangan Petani Garam
Di balik proses produksi yang terlihat sederhana, mahasiswa juga memahami bahwa aktivitas petani garam sangat bergantung pada kondisi alam. Cuaca dan pasang surut air laut menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan produksi.
Lokasi tambak yang berada di kawasan pesisir membuat aktivitas produksi sangat dipengaruhi oleh kondisi air laut. Ketika terjadi pasang tinggi, air laut dapat masuk dan menggenangi area tambak. Kondisi tersebut dapat mengganggu bahkan menghentikan sementara proses produksi garam.
Petani harus menunggu hingga air kembali surut dan kondisi tambak memungkinkan untuk digunakan kembali. Situasi tersebut menunjukkan bahwa penghasilan petani garam tidak hanya bergantung pada keterampilan dalam mengelola tambak, tetapi juga pada kondisi lingkungan dan cuaca.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut memberikan pemahaman lebih luas mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir dalam mempertahankan sumber penghidupannya.
Belajar dari Potensi Ekonomi Lokal
Kegiatan eksplorasi tambak garam tidak hanya menjadi aktivitas pengenalan proses produksi, tetapi juga menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa mengenai potensi ekonomi lokal. Garam menjadi salah satu komoditas yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Desa Gebang Mekar.

Melalui interaksi dengan pekerja dan pemilik tambak, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sumber daya alam di sekitar dimanfaatkan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Pengalaman ini juga memperlihatkan pentingnya menjaga keberlanjutan potensi pesisir agar tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mulya, S.Ag., M.Pd., turut mendampingi kegiatan KKN Kelompok 133.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 133 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memahami karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat Desa Gebang Mekar. Pembelajaran langsung dari lingkungan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenali potensi, tantangan, serta peluang pengembangan ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Decent Work and Economic Growth, melalui pengenalan potensi ekonomi lokal dan sumber penghidupan masyarakat. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 12: Responsible Consumption and Production, terutama dalam memahami proses pemanfaatan sumber daya alam secara produktif.
Selain itu, karena produksi garam sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi pesisir, kegiatan ini turut relevan dengan SDGs 13: Climate Action, melalui peningkatan pemahaman mengenai dampak kondisi lingkungan dan perubahan iklim terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan mengenal langsung proses produksi garam dari air laut hingga menjadi kristal garam, KKN Kelompok 133 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut menjadikan potensi lokal sebagai ruang belajar. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan sumber daya pesisir sekaligus memberikan perspektif mengenai pentingnya pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.


