UIN Siber Cirebon — Mahasiswa KKN Kelompok 137 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik dan Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan di Desa Plosokerep pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan.
Kegiatan dikemas melalui edukasi pengelolaan sampah serta peresmian Rocket Stove dan Lubang Biopori yang sebelumnya telah dibuat oleh mahasiswa KKN Kelompok 137. Kehadiran dua sarana tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif solusi yang sederhana dan aplikatif bagi masyarakat dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Edukasi Pengelolaan Sampah Dimulai dari Sumbernya
Dalam kegiatan edukasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya. Mahasiswa KKN menjelaskan perbedaan sampah organik dan nonorganik serta pentingnya melakukan pemilahan sebelum sampah dibuang atau dimanfaatkan kembali.
Sampah organik yang berasal dari sisa makanan, daun, maupun bahan alami lainnya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan lingkungan. Salah satunya dengan mengolahnya menjadi pupuk alami sehingga sampah tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat didorong untuk mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi pembuangan sampah sembarangan, serta memanfaatkan sampah organik agar memiliki nilai guna.
Narasumber kegiatan, Ade Sutrisno, turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Edukasi diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengetahui pentingnya kebersihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kenalkan Rocket Stove sebagai Teknologi Tepat Guna
Selain edukasi pengelolaan sampah, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian dan pengesahan Rocket Stove yang telah dibuat mahasiswa KKN Kelompok 137.
Rocket Stove merupakan teknologi tepat guna yang memanfaatkan bahan bakar biomassa dengan proses pembakaran yang lebih efisien. Teknologi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab. Dengan pemanfaatan yang tepat, Rocket Stove diharapkan dapat menjadi salah satu sarana yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Plosokerep.
Lubang Biopori Dukung Resapan Air dan Pengelolaan Organik
Kegiatan juga ditandai dengan peresmian Lubang Biopori yang dibuat oleh mahasiswa KKN. Lubang biopori diperkenalkan sebagai salah satu upaya sederhana untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air sekaligus membantu proses penguraian sampah organik secara alami.
Keberadaan lubang biopori diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat secara berkelanjutan. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori dapat membantu proses pembentukan bahan organik sekaligus mendukung pengelolaan sampah dari lingkungan sekitar.
Melalui penerapan teknologi sederhana tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga memahami bahwa sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi untuk Lingkungan yang Berkelanjutan
Kegiatan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik dan Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan menjadi bagian dari kontribusi KKN Kelompok 137 dalam mendukung kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kehadiran masyarakat dan pemerintah desa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting agar program yang telah dilakukan mahasiswa dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.
Kuwu Desa Plosokerep, Sadani, turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 137, Dra. Hj. Amron Umaemah, M.Pd., memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan program mahasiswa di Desa Plosokerep.
Melalui program ini, KKN Kelompok 137 berharap edukasi mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk alami, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan masyarakat.
Lebih dari sekadar program kerja, kegiatan tersebut menjadi langkah sederhana untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sehari-hari. Dengan memilah sampah, memanfaatkan sampah organik, menjaga lubang biopori, serta menggunakan teknologi tepat guna secara bijak, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan Desa Plosokerep yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDGs 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan tertata.
- SDGs 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi pemilahan sampah serta pemanfaatan kembali sampah organik.
- SDGs 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengenalan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
- SDGs 15 – Ekosistem Daratan, melalui penerapan lubang biopori dan upaya menjaga kualitas lingkungan sekitar.


