UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar sosialisasi peduli lingkungan dan pemilahan sampah bagi santri MT. Al-Khairiyyah di Desa Kalibaru pada 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan anak-anak mengenali dan memilah sampah sejak dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan pihak MT. Al-Khairiyyah yang ingin memberikan edukasi kepada para santri mengenai pengelolaan sampah. Materi yang diberikan mencakup cara mengenali jenis sampah, membedakan sampah organik dan anorganik, hingga praktik membuang sampah sesuai dengan tempat yang telah ditentukan.
Dukung Lingkungan Bersih Mulai dari Tempat Terdekat
Sosialisasi dilaksanakan ba’da Magrib dan diikuti oleh santri yang rutin mengaji di MT. Al-Khairiyyah, mulai dari anak usia dini hingga siswa tingkat SMP. Mahasiswa KKN 142 menyampaikan materi dengan pendekatan yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta sesuai dengan usia mereka.
Para santri diperkenalkan dengan berbagai contoh sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa kemudian menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Edukasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Para santri juga diajak mengikuti praktik secara langsung untuk menguji kemampuan mereka dalam mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Tanamkan Cinta Kebersihan Sejak Dini
Praktik pemilahan sampah menjadi salah satu bagian yang mendapat respons positif dari para santri. Anak-anak, khususnya peserta usia dini, terlihat antusias mengikuti arahan mahasiswa KKN.
Dalam praktik tersebut, para santri menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Aktivitas langsung ini membuat materi yang sebelumnya disampaikan secara teori menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
Bagi mahasiswa KKN 142, kebiasaan menjaga kebersihan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan anak-anak. Dengan mengenalkan pemilahan sampah sejak dini, diharapkan para santri tidak hanya mampu menerapkannya di lingkungan MT. Al-Khairiyyah, tetapi juga membawa kebiasaan tersebut ke rumah dan lingkungan sekitar.
Mengarah pada Gagasan Bank Sampah
Kegiatan sosialisasi ini juga membuka peluang untuk pengembangan program pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di lingkungan MT. Al-Khairiyyah. Guru pendamping KKN 142, Lailatis Syarifah, mengungkapkan bahwa pihak madrasah sebenarnya telah memiliki rencana untuk membangun bank sampah.
“Sebenarnya kami ada rencana ingin membuat Bank Sampah untuk ruang lingkup MT. Al-Khairiyyah. Kami harap anak-anak KKN dapat mengeksekusi itu dengan baik, mulai dari pengenalan sampah ke anak-anak dan bagaimana memilah dan mengolah sampah. Sehingga manfaat dari bank sampah akan terus berlanjut walaupun mahasiswa KKN 142 sudah selesai ikut berkegiatan di MT. Al-Khairiyyah ini.”
Harapan tersebut menunjukkan bahwa edukasi pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur. Pengetahuan yang diberikan kepada santri diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Ketua KKN Kelompok 142, Januar Ibrahim, bersama anggota kelompok turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rijal Assidiq Mulyana, M.Pd., dengan dukungan Kuwu Desa Kalibaru Handy Riyanto, Kepala MT. Al-Khairiyyah Kang Sholeh, serta guru pendamping Lailatis Syarifah.
Dari Edukasi Menuju Kebiasaan Peduli Lingkungan
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menjadikan edukasi lingkungan sebagai pengalaman yang dekat dengan keseharian anak. Mengenali sampah, memilahnya, dan membuangnya pada tempat yang tepat merupakan tindakan sederhana, tetapi dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten.
Antusiasme santri selama kegiatan menjadi modal positif untuk membangun budaya kebersihan di lingkungan MT. Al-Khairiyyah. Ke depan, edukasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, termasuk gagasan bank sampah yang telah disampaikan pihak madrasah.
Dari Memilah Sampah Menuju Lingkungan Berkelanjutan
Sosialisasi pemilahan sampah KKN 142 menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran lingkungan di MT. Al-Khairiyyah, Desa Kalibaru. Kegiatan yang memadukan edukasi dan praktik langsung membuat para santri dapat memahami jenis sampah sekaligus mencoba memilahnya secara mandiri. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pengenalan kebersihan dan pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak usia dini dengan metode yang sederhana dan interaktif. Gagasan pengembangan bank sampah juga menjadi peluang untuk memastikan edukasi tersebut dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan madrasah.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi lingkungan kepada anak-anak dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya dalam membangun kesadaran mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Program ini juga relevan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


