UIN Siber Cirebon — Mahasiswa KKN 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) berkolaborasi dengan mahasiswa KKN 05 Politeknik LP3I Kampus Cirebon menggelar workshop pengelolaan sampah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Kalibaru. Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Kalibaru pada Jumat (14/8/2026) tersebut menggabungkan edukasi lingkungan dengan pemanfaatan teknologi digital melalui buku saku digital POC yang dapat diakses menggunakan QR Code.
UIN Siber Cirebon – Kolaborasi dua kelompok KKN dari perguruan tinggi berbeda ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna. Workshop dirancang dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat Desa Kalibaru yang sebagian besar bekerja dan berdagang sehingga kegiatan dilaksanakan pada malam hari.
Meski digelar malam hari, antusiasme masyarakat terlihat dari GOR Desa Kalibaru yang hampir penuh. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diajak melihat langsung proses pembuatan POC dan memperoleh panduan digital yang dapat dipelajari kembali secara mandiri.
Mengawali Edukasi dari Persoalan Lingkungan Desa
Rangkaian workshop diawali dengan pembukaan dan penayangan dokumenter mengenai potensi Desa Kalibaru sekaligus berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pengembangan potensi tersebut. Penyajian dokumenter menjadi pengantar bagi peserta untuk melihat bahwa pengelolaan lingkungan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung keberlanjutan desa.
Setelah peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan, mahasiswa KKN 142 memasuki sesi utama melalui demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik rumah tangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah untuk diolah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga masyarakat dapat melihat tahapan pengolahan POC sekaligus memahami bahan dan proses yang diperlukan. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan selesai.
Kolaborasi Edukasi Lingkungan dan Teknologi Digital
Tidak berhenti pada demonstrasi, workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari KKN 05 Politeknik LP3I Kampus Cirebon mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlanjutan program. Mahasiswa memperkenalkan buku saku digital POC yang dapat diakses melalui QR Code.
Delva Karel selaku Ketua Kelompok KKN 05 LP3I Kampus Cirebon menjelaskan bahwa penggunaan QR Code dipilih untuk membuat panduan lebih praktis sekaligus mengurangi penggunaan kertas.
“Alasan buku saku digital dibuat QR Code itu mengikuti zaman yang sudah masuk era digital. Jadi lebih praktis diakses masyarakat. Tinggal scan, kemudian langsung terbuka di HP. Penggunaan kertas juga minim sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan,” jelas Delva.
Buku saku digital tersebut tidak hanya memuat panduan pembuatan POC, tetapi juga dilengkapi video singkat yang dapat membantu masyarakat memahami proses pembuatannya secara lebih visual. Dengan demikian, peserta dapat mengakses kembali materi meskipun workshop telah selesai.
Pendekatan ini menunjukkan adanya sinergi antara pengabdian masyarakat, kepedulian lingkungan, dan literasi digital. Teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk membuat pengetahuan lebih mudah diakses dan diterapkan masyarakat.
Dari Workshop Menuju Aksi Door to Door
Untuk memastikan kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta diberikan lembar tindak lanjut mengenai kesediaan mengikuti program pembuatan POC. Hasilnya, sekitar 20 persen peserta yang hadir menyatakan bersedia mengikuti tindak lanjut berupa pendampingan secara door to door.
Januar Ibrahim selaku Ketua Kelompok KKN 142 UINSSC menjelaskan bahwa pendampingan langsung diperlukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap sekaligus dapat mempraktikkan pembuatan POC sesuai kondisi masing-masing.
“Manfaat dari door to door sendiri adalah memudahkan masyarakat. Acara hari ini memang ada demonstrasi di depan panggung, tetapi karena tidak semua rasa penasaran masyarakat terjawab karena waktu yang singkat, untuk hasil yang lebih maksimal dan penjelasan yang lebih lengkap, alangkah baiknya kita juga door to door ke masyarakat,” ujar Januar.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga akan menjadi kesempatan untuk sekaligus mengenalkan cara menggunakan buku saku digital yang telah dikembangkan KKN 05 LP3I.
Rencana tindak lanjut tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi didorong untuk mencoba, mempraktikkan, dan mengembangkan pengelolaan sampah organik secara mandiri.
Mendorong Desa Kalibaru yang Lebih Berkelanjutan
Program kolaboratif KKN 142 UINSSC dan KKN 05 LP3I Kampus Cirebon ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya mendorong pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Pemanfaatan teknologi digital dalam buku saku POC juga mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penyediaan akses pengetahuan yang praktis dan mudah dipelajari kembali oleh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antarmahasiswa dari dua perguruan tinggi dapat menghadirkan pendekatan pengabdian yang saling melengkapi. KKN 142 UINSSC berfokus pada edukasi dan demonstrasi pengolahan sampah, sementara KKN 05 LP3I memperkuat aspek digitalisasi agar pengetahuan tersebut dapat diakses secara berkelanjutan.
Dengan adanya rencana pendampingan door to door, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Kalibaru dapat mulai membangun kebiasaan baru dalam memilah dan mengolah sampah organik rumah tangga. Lebih jauh, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan yang tumbuh dari masyarakat dan terus berjalan setelah masa KKN berakhir.
Program tersebut dilaksanakan oleh KKN 142 UINSSC yang diketuai Januar Ibrahim, bersama KKN 05 Politeknik LP3I Kampus Cirebon, dengan dukungan Kuwu Desa Kalibaru Handy Riyanto dan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rijal Assidiq Mulyana, M.Pd.


