UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 142 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menghadirkan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan melalui program kerja utama rocket stove di Blok Bebekan, Desa Kalibaru. Program tersebut resmi diperkenalkan melalui kegiatan peresmian dan uji coba bersama warga serta perangkat Desa Kalibaru pada Selasa (18/8/2026).
Peresmian menjadi momentum untuk memperkenalkan sistem kerja rocket stove kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan metode pembakaran yang menghasilkan asap lebih sedikit dibandingkan pembakaran konvensional. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN 142, RW, warga Blok Bebekan, dan perangkat Desa Kalibaru.
Perkenalkan Alternatif Pembakaran Minim Asap
Rocket stove merupakan salah satu inovasi sederhana yang dikembangkan KKN Kelompok 142 sebagai alternatif terhadap sistem pembakaran konvensional. Melalui desain yang dibuat, teknologi tersebut diperkenalkan sebagai sarana pembakaran dengan asap yang lebih minim sehingga diharapkan dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan peresmian, mahasiswa KKN 142 tidak hanya memperkenalkan bentuk fisik rocket stove, tetapi juga menjelaskan cara kerja dan pemanfaatannya kepada warga. Masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses pembakaran melalui uji coba pertama setelah pembangunan selesai.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak-pihak yang terlibat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian dan uji coba rocket stove. Warga turut mengikuti rangkaian kegiatan untuk mengetahui secara langsung bagaimana sistem pembakaran tersebut dapat digunakan.
Ketua KKN 142, Januar Ibrahim, menjelaskan bahwa pengembangan rocket stove merupakan bagian dari upaya kelompoknya menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat setelah masa pengabdian berakhir.
“Rocket stove ini kami hadirkan sebagai alternatif pembakaran yang lebih minim asap. Harapannya, masyarakat dapat mengenal cara kerja dan manfaatnya, kemudian memanfaatkannya serta merawatnya bersama agar program ini bisa terus memberikan manfaat,” ujar Januar Ibrahim.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan Program
Pelaksanaan program rocket stove tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kehadiran perangkat desa, ketua RW, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan hingga peresmian fasilitas tersebut.
Kuwu Desa Kalibaru, Handy Riyanto, serta Ketua RW 04, Nadhir, turut mendukung pelaksanaan program yang diinisiasi mahasiswa KKN 142. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam menghadirkan solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan di tingkat desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 142, Rijal Assidiq Mulyana, M.Pd., juga memberikan pendampingan selama pelaksanaan program.
Bagi mahasiswa KKN 142, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan rocket stove, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan dan merawat fasilitas tersebut secara mandiri. Karena itu, edukasi mengenai cara penggunaan menjadi bagian penting dalam kegiatan peresmian.
Langkah Sederhana untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pengembangan rocket stove menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang menghubungkan inovasi sederhana dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memperkenalkan alternatif pembakaran minim asap, KKN 142 berupaya mendorong perubahan kebiasaan secara bertahap dari sistem pembakaran konvensional menuju metode yang lebih efisien dan memperhatikan aspek lingkungan.
Program ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengenalan teknologi pembakaran yang lebih efisien. Kegiatan ini juga mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pembakaran.
Ke depan, masyarakat Blok Bebekan diharapkan dapat memanfaatkan rocket stove sesuai kebutuhan serta menjaga fasilitas tersebut secara bersama-sama. Dengan adanya rasa memiliki dari masyarakat, inovasi yang dihadirkan melalui KKN dapat terus berjalan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah selesai.
Peresmian rocket stove menjadi bukti bahwa inovasi untuk lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Ketika mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah teknologi sederhana dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih berkelanjutan.


