UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 143 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah bagi siswa-siswi dan guru SD Negeri 1 Kalitengah, Desa Kalitengah, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membiasakan siswa mengenal dan memilah sampah sejak usia dini.
Sosialisasi difokuskan pada pengenalan jenis sampah, khususnya sampah organik dan anorganik, beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga dimulai dari kemampuan mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Edukasi Sampah Dikemas Interaktif
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, sesi speaking, tanya jawab, serta pemberian contoh pemilahan sampah. Mahasiswa KKN mengajak siswa untuk berpartisipasi secara langsung sehingga materi mengenai lingkungan dapat lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui sesi interaksi tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pemahaman maupun pengalaman mereka terkait sampah yang sering dijumpai di lingkungan sekolah dan rumah. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat edukasi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua Divisi Acara KKN Kelompok 143, Shuhaib Abdul Aziz, menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.
“Membuang sampah memang mudah, tetapi memilah dan memilih sampah sangat susah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan kebiasaan dan kesadaran, bukan sekadar tindakan membuang sampah ke tempat yang tersedia.
Bank Sampah Jadi Sarana Pendukung di Sekolah
Setelah kegiatan sosialisasi dan edukasi, mahasiswa KKN Kelompok 143 menyerahkan Bank Sampah kepada pihak SDN 1 Kalitengah. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi guru dan siswa sebagai sarana pendukung dalam menerapkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah di lingkungan sekolah.
Kehadiran Bank Sampah diharapkan dapat menjadi fasilitas yang membantu sekolah membangun sistem pengelolaan sampah secara lebih terarah. Dengan adanya sarana tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemilahan sampah, tetapi juga memiliki ruang untuk mempraktikkan kebiasaan tersebut secara berkelanjutan.
Membangun Kepedulian Lingkungan Sejak Sekolah
Bapak Ano Suwarno, S.Pd.SD., selaku Kepala SDN 1 Kalitengah, turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang memberikan edukasi lingkungan kepada siswa. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan.
Sementara itu, Mujib Ubaidillah, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN Kelompok 143 sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Melalui sosialisasi, praktik pemilahan, dan penyediaan Bank Sampah, KKN Kelompok 143 berharap kebiasaan menjaga lingkungan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah. Siswa diharapkan mampu mengenali jenis sampah, memilahnya dengan tepat, serta membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kontribusi terhadap SDGs
Kegiatan ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui edukasi lingkungan dan pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia sekolah.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan kesadaran masyarakat sekolah terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
- SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah organik serta anorganik.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pembentukan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi mahasiswa KKN dan pihak sekolah dalam mendukung pengelolaan lingkungan.


