UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 16 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat budaya literasi anak melalui dua program unggulan, Bioskop Literasi dan Pohon Literasi, di Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Kedua program tersebut dikembangkan sebagai media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan anak dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Mertapada Wetan, MI Al-Hikmah, dan MI Al-Hikam. Program Bioskop Literasi digelar pada Sabtu (25/7/2026), sedangkan Program Pohon Literasi dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026). Keduanya menjadi bagian dari upaya KKN Tematik Kelompok 16 dalam menghadirkan pembelajaran literasi yang lebih dekat dengan karakter dan dunia anak.
Bioskop Literasi, Belajar dari Film dan Diskusi
Program Bioskop Literasi melibatkan puluhan anak melalui pemutaran film edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta. Media audiovisual digunakan untuk membuat kegiatan belajar lebih menarik sekaligus membantu anak memahami pesan yang disampaikan melalui cerita.
Setelah menyaksikan tayangan, anak-anak diajak mengikuti sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang dipandu oleh mahasiswa KKN. Peserta diajak mengulas berbagai unsur dalam film, mulai dari alur cerita, karakter tokoh, konflik, hingga nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Melalui proses tersebut, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak mengamati, memahami, menganalisis, dan menyampaikan pendapat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun keberanian anak untuk mengemukakan gagasan.
Ketua KKN Literasi Kelompok 16, Syahdan Noer Saputra, menjelaskan bahwa kedua program dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Melalui program Bioskop Literasi dan Pohon Literasi, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kedua kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca, melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan pemahaman terhadap informasi, serta mendorong anak-anak agar berani mengungkapkan gagasan secara lisan maupun tertulis,” ujar Syahdan.
Pohon Literasi, Tumbuhkan Pengetahuan melalui Membaca dan Menulis
Penguatan budaya literasi kemudian dilanjutkan melalui Program Pohon Literasi yang dilaksanakan di MI Al-Hikmah dan MI Al-Hikam, Desa Mertapada Wetan.
Kegiatan diawali dengan membaca bersama menggunakan bahan bacaan yang telah disiapkan mahasiswa KKN. Setelah membaca, setiap siswa diminta menuliskan pesan, informasi penting, atau pelajaran yang mereka peroleh dari bacaan pada media berbentuk daun.
Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon literasi yang telah disiapkan. Setiap lembar daun menjadi representasi dari pengetahuan dan gagasan yang diperoleh siswa setelah membaca.
Konsep tersebut membuat aktivitas membaca tidak berhenti pada menyelesaikan sebuah bacaan. Siswa juga dilatih untuk memahami isi, menemukan informasi penting, mengolah hasil pemahaman, serta mengekspresikannya melalui tulisan sederhana.
Divisi Acara KKN Literasi Kelompok 16, Syirin Sahira, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif anak menjadi salah satu fokus utama kedua program.
“Kedua program ini dirancang agar anak-anak terlibat secara aktif dalam setiap proses pembelajaran. Melalui Bioskop Literasi mereka diajak mengamati, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat, sedangkan melalui Pohon Literasi mereka belajar memahami bacaan dan mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan literasi mereka,” ungkap Syirin.
Literasi sebagai Pengalaman Belajar yang Kreatif
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Kelompok 16, Alwi Bani Rakhman, S.Th.I., M.H.I., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa melalui kedua program tersebut.
“Saya mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN Tematik Kelompok 16 melalui Program Bioskop Literasi dan Pohon Literasi. Kedua program ini menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak hanya dilakukan dengan membiasakan anak membaca, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, interaktif, dan mampu melatih kemampuan berpikir kritis serta mengungkapkan gagasan,” tutur Alwi.
Melalui kombinasi media audiovisual, membaca, diskusi, dan menulis, kedua program memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi anak-anak. Pendekatan tersebut juga mendorong terciptanya suasana pembelajaran yang partisipatif, sehingga siswa dapat terlibat secara langsung dalam proses memperoleh dan mengolah informasi.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Selaras dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas
Program Bioskop Literasi dan Pohon Literasi selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, khususnya dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusif, berkualitas, dan mampu mengembangkan berbagai kompetensi peserta didik.
Kegiatan membaca, memahami informasi, berdiskusi, berpikir kritis, dan menulis menjadi bagian dari penguatan kemampuan literasi yang penting bagi perkembangan akademik maupun personal anak.
Program ini juga relevan dengan SDGs 10: Reduced Inequalities melalui penyediaan pengalaman belajar yang dapat diikuti anak-anak secara bersama-sama dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Sementara itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat mencerminkan semangat SDGs 17: Partnerships for the Goals dalam membangun dukungan bersama bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui Bioskop Literasi dan Pohon Literasi, KKN Tematik Kelompok 16 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menjadikan literasi bukan sekadar aktivitas membaca, tetapi sebagai pengalaman belajar yang mendorong anak untuk membaca, memahami, berpikir, berkreasi, dan berani menyampaikan gagasan.


