UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Bakti Sosial Jumat Bersih di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap persoalan gundukan sampah yang telah menjadi perhatian Pemerintah Desa Sidamulya dan masyarakat setempat.
Gundukan sampah yang berada di depan area makam tersebut diketahui telah ada selama lebih dari satu tahun. Berdasarkan informasi Pemerintah Desa Sidamulya, lokasi tersebut sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah setelah gundukan sampah di Blok Maja 1 tidak lagi dapat digunakan karena telah berdiri bangunan di kawasan tersebut.
Persoalan semakin kompleks karena sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari masyarakat Desa Sidamulya, tetapi juga diduga berasal dari warga desa sekitar yang membuang sampah di lokasi tersebut.
KKN 18 Turun Langsung Bersihkan Gundukan Sampah
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 18 melakukan diskusi dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sidamulya untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan selama pelaksanaan KKN. Salah satu upaya yang kemudian dilakukan adalah membersihkan gundukan sampah secara bersama-sama.
Kegiatan Bakti Sosial Jumat Bersih menjadi bentuk pengabdian mahasiswa yang diarahkan pada persoalan nyata di lingkungan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya melakukan pembersihan, tetapi juga berupaya mendorong perubahan perilaku agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Setelah proses pembersihan, mahasiswa bersama Pemerintah Desa juga memasang papan peringatan bertuliskan “Dilarang Membuang Sampah di Sini” di lokasi tersebut. Papan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak kembali menjadikan area tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.
Pemerintah Desa Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
Pemerintah Desa Sidamulya menyambut baik kegiatan yang dilakukan KKN Kelompok 18. Selain membantu mengatasi persoalan lingkungan secara langsung, kegiatan tersebut dinilai menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat selama menjalankan pengabdian.
Sekretaris Desa Sidamulya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam membersihkan lingkungan desa.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kelompok 18 KKN UIN SSC karena sudah mengadakan program Bakti Sosial dan membuat desa ini bersih dari gundukan sampah,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dusun Maja 1, Moh Anas. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang turun langsung menangani persoalan lingkungan di wilayah desa.
“Keren sekali Kelompok 18, luar biasa,” ujarnya.
Dorong Lingkungan Bersih dan Kesadaran Berkelanjutan
Ketua KKN Kelompok 18, Muhamad Arfan Maulidan, bersama mahasiswa berupaya menjadikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi pembersihan semata. Persoalan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan agar lokasi yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi titik pembuangan sampah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hj. Lilik Herawati, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Bakti Sosial Jumat Bersih, KKN Kelompok 18 berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kolaborasi antara mahasiswa dan Pemerintah Desa juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan Desa Sidamulya yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan.
Selain itu, kegiatan kebersihan lingkungan turut berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang sehat.
Aksi KKN Kelompok 18 di Desa Sidamulya menjadi contoh bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari persoalan sederhana yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan. Melalui gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi, mahasiswa bersama masyarakat dapat mengambil peran dalam menciptakan perubahan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.


