UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 21 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar Seminar Anti Bullying dan Perlindungan Diri bagi siswa SDN 2 dan SDN 3 Buntet, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di SDN 2 Buntet, Desa Buntet, ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya mengenali, mencegah, dan menghadapi tindakan perundungan sekaligus menjaga keamanan diri.
Seminar dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung secara interaktif. Para siswa diajak memahami berbagai bentuk bullying, dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekitar, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau terancam.
Mengenali Bullying dan Dampaknya
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 21 memberikan contoh situasi yang termasuk bullying, seperti mengejek, mengucilkan, mempermalukan, mengancam, hingga melakukan kekerasan. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan tetap dapat menjadi masalah apabila membuat orang lain terluka, takut, atau merasa tidak nyaman.
Edukasi ini diharapkan dapat membantu siswa lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya. Dengan mengenali bentuk-bentuk bullying sejak dini, anak-anak dapat mengambil sikap yang tepat serta tidak ikut menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan perundungan terjadi.
Bekali Anak dengan Kemampuan Perlindungan Diri
Selain membahas bullying, seminar juga memberikan pemahaman mengenai perlindungan diri. Siswa diajak untuk berani mengatakan “tidak” ketika menghadapi perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, menjauh dari situasi berbahaya, serta tidak membalas tindakan bullying dengan kekerasan.
Mahasiswa juga menekankan pentingnya mencari bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi tindakan perundungan. Pesan tersebut menjadi bagian penting agar anak memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah untuk menjaga keselamatan diri.
Pendidikan Karakter untuk Mewujudkan Sekolah yang Aman
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai proses untuk menuntun tumbuhnya kekuatan dan potensi anak. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keberanian, kepedulian, dan kemampuan anak untuk menghargai orang lain.
Melalui seminar ini, KKN Kelompok 21 UINSSC berupaya menanamkan nilai saling menghargai sejak usia sekolah. Anak-anak didorong untuk memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 21, Dr. Nida Nurjunaedah, M.A., turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dorong Lingkungan Sekolah yang Ramah Anak
Seminar Anti Bullying dan Perlindungan Diri diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Keberanian untuk berkata “tidak”, melaporkan tindakan perundungan, serta membantu teman yang membutuhkan menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 21 UINSSC berharap siswa SDN 2 dan SDN 3 Buntet dapat menjadi bagian dari terciptanya budaya pertemanan yang positif, penuh kepedulian, dan saling menghargai. Upaya tersebut sekaligus mendukung terbentuknya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.


