UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 35 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan Karang Taruna Desa Pasindangan menggelar Festival Literasi Anak Negeri di Lapangan Kisendi, RW 05, Desa Pasindangan, Kabupaten Cirebon, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan edukatif dan rekreatif ini diikuti anak-anak mulai dari jenjang TK hingga SD kelas 6 sebagai upaya menumbuhkan minat baca, kreativitas, keberanian, kerja sama, dan sportivitas melalui aktivitas yang menyenangkan.
Festival Literasi Anak Negeri dikemas dalam berbagai perlombaan yang memadukan unsur literasi, kreativitas, dan permainan. Sejumlah perlombaan yang digelar meliputi lomba mewarnai, membuat cerita pendek, menceritakan isi buku cerita, estafet air, serta memasukkan paku ke dalam botol.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif di luar lingkungan sekolah. Melalui permainan dan perlombaan, peserta diajak untuk berani menunjukkan kemampuan, bekerja sama dengan teman, serta menjunjung sportivitas.
Literasi Dikemas dalam Aktivitas yang Menyenangkan
Festival Literasi Anak Negeri dirancang untuk memperkenalkan literasi kepada anak-anak melalui pendekatan yang dekat dengan dunia mereka. Kegiatan membaca dan bercerita dipadukan dengan permainan kreatif sehingga anak-anak dapat belajar sekaligus menikmati suasana festival.
Pada lomba mewarnai, anak-anak memperoleh ruang untuk menuangkan kreativitas dan imajinasi melalui gambar. Sementara lomba membuat cerita pendek mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan menyusun gagasan dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.
Lomba menceritakan isi buku cerita menjadi bagian penting dalam melatih keberanian anak berbicara di depan orang lain. Peserta didorong untuk memahami cerita yang dibaca, mengingat informasi penting, kemudian menyampaikannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.
Adapun lomba estafet air dan memasukkan paku ke dalam botol memberikan pengalaman berbeda dengan menekankan aspek kerja sama, ketangkasan, konsentrasi, dan sportivitas. Perpaduan berbagai jenis kegiatan tersebut membuat festival tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter anak.
Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Karang Taruna
Pelaksanaan Festival Literasi Anak Negeri melibatkan kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 35 dengan Karang Taruna Desa Pasindangan. Kolaborasi dilakukan sejak tahap persiapan dan koordinasi hingga pelaksanaan serta pendampingan peserta selama perlombaan berlangsung.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi anak-anak. Mahasiswa KKN berperan dalam mendampingi peserta sekaligus memastikan setiap perlombaan berjalan sesuai dengan kategori dan ketentuan yang telah disiapkan.
Sementara itu, keterlibatan Karang Taruna menunjukkan adanya dukungan masyarakat dalam menghadirkan ruang kegiatan positif bagi anak-anak Desa Pasindangan. Kerja sama antara mahasiswa dan pemuda desa juga menjadi bentuk kolaborasi lintas generasi dalam mendukung pengembangan potensi anak.
Dorong Anak Berani Berkarya dan Berkompetisi
Melalui Festival Literasi Anak Negeri, KKN Kelompok 35 berupaya membangun pengalaman belajar yang tidak monoton. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui aktivitas membaca, menulis, bercerita, berkarya, bermain, dan berkompetisi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus membantu anak-anak mengembangkan kreativitas dan keberanian. Selain itu, berbagai permainan kelompok juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan bekerja sama serta menghargai teman dalam suasana kompetisi yang sehat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 35, Nur Atikoh, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Pasindangan yang diwakili oleh Kuwu Desa Pasindangan, Bowo Wicaksono, S.E., serta Ketua TP PKK Desa Pasindangan Novi Hidayah, S.Farm. dan Kepala Dusun 1 Ahmad Rozik. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat pelaksanaan kegiatan sekaligus menunjukkan kepedulian bersama terhadap pendidikan dan perkembangan anak di lingkungan desa.
Ketua Kelompok KKN 35, Muhammad Adib Mubarok, bersama rekan-rekan mahasiswa berharap Festival Literasi Anak Negeri dapat memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda perlombaan, tetapi dapat menjadi pemantik bagi anak-anak untuk terus membaca, berani berkarya, dan belajar melalui berbagai pengalaman di lingkungan sekitarnya.
Membangun Budaya Literasi Sejak Dini
Festival Literasi Anak Negeri menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN 35 dalam mendukung penguatan pendidikan dan literasi masyarakat. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan anak dalam memahami informasi, mengembangkan gagasan, berkomunikasi, dan mengekspresikan kreativitas.
Melalui kegiatan yang edukatif sekaligus rekreatif, anak-anak Desa Pasindangan memperoleh ruang untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari.
Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung kesempatan belajar yang inklusif dan pengembangan kemampuan anak. Kegiatan ini juga mendukung penguatan karakter melalui kerja sama, kreativitas, keberanian, dan sportivitas.
Dengan dukungan mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, TP PKK, dan masyarakat, Festival Literasi Anak Negeri diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak positif dalam membangun generasi Desa Pasindangan yang literat, kreatif, percaya diri, dan mampu bekerja sama.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan Festival Literasi Anak Negeri mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kegiatan pembelajaran nonformal yang mendorong peningkatan kemampuan literasi, kreativitas, keberanian, dan keterampilan sosial anak. Kolaborasi mahasiswa KKN dengan Karang Taruna dan Pemerintah Desa juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam menghadirkan kegiatan pendidikan berbasis masyarakat.


