UIN Siber Cirebon – Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan saling menghargai dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 41 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Edukasi Anti-Bullying dalam Membangun Karakter Siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua sekolah di Desa Wanakaya, yakni MI Islamiyah Wanakaya pada Kamis, 23 Juli 2026 dan SD Negeri 1 Wanakaya pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan di MI Islamiyah Wanakaya berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB, sedangkan edukasi di SD Negeri 1 Wanakaya dilaksanakan pukul 10.00–12.00 WIB. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pengertian bullying, berbagai bentuknya, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi perilaku perundungan.
Mengenali Bullying Sejak Dini
Edukasi anti-bullying menjadi penting karena perilaku perundungan dapat memberikan dampak terhadap kondisi sosial, emosional, serta proses belajar anak. Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 41 mengemas materi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, maupun perilaku yang dapat membuat seseorang merasa terintimidasi atau dikucilkan. Peserta juga diajak memahami bahwa candaan yang membuat orang lain terluka tidak dapat dibenarkan hanya karena dianggap sebagai permainan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan contoh kasus. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat sekaligus memahami bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan bullying.
Dari Edukasi Menuju Sikap Saling Menghargai
Selain mengenalkan bahaya bullying, mahasiswa KKN 41 menekankan pentingnya membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak untuk menghargai perbedaan, peduli terhadap teman, menggunakan bahasa yang santun, serta berani mengatakan tidak terhadap perilaku yang dapat merugikan orang lain.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman bahwa siswa yang menyaksikan bullying memiliki peran penting. Mereka didorong untuk tidak ikut menertawakan atau mendukung tindakan perundungan, melainkan berani mencari bantuan dari guru maupun orang dewasa yang dipercaya.
Pesan tersebut dirangkum dalam semangat “Stop bullying. Sebarkan empati, bukan intimidasi.” Mahasiswa KKN Kelompok 41 berharap pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang lebih sehat dan positif.
Sekolah sebagai Ruang Aman dan Nyaman
Kepala MI Islamiyah Wanakaya, Rochendi, S.Ag., menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, pembentukan karakter dan pemahaman mengenai perilaku bullying perlu dilakukan sejak dini agar siswa mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Wanakaya, Warnito, turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Mahasiswa KKN Kelompok 41 juga menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh siswa secara individual. Diperlukan keterlibatan sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat untuk menciptakan budaya yang menolak segala bentuk perundungan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi karakter merupakan bagian penting dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku.
Membangun Budaya Sekolah yang Berkarakter
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 41 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap siswa MI Islamiyah Wanakaya dan SD Negeri 1 Wanakaya semakin mampu mengenali tindakan bullying, berani menolak perilaku perundungan, serta mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.
Lebih jauh, edukasi anti-bullying diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sekolah. Sikap saling menghargai, peduli, santun, dan berani melindungi teman diharapkan menjadi bagian dari karakter siswa.
Pesan “Santun dalam ucapan, aman dalam pergaulan” menjadi pengingat bahwa menciptakan sekolah yang aman dapat dimulai dari hal sederhana: menjaga ucapan, menghargai teman, dan tidak melakukan tindakan yang menyakiti orang lain.
Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam membangun budaya damai dan mendorong interaksi sosial yang bebas dari kekerasan.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN dan pihak sekolah, edukasi anti-bullying diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, tanggung jawab, dan karakter positif.


