UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 50 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan Program Pendampingan Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) bagi siswa SDN 03 Panguragan Wetan. Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat kemampuan dasar literasi dan numerasi peserta didik.
Program bimbingan pembelajaran tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat, dengan sasaran siswa yang masih membutuhkan pendampingan dalam kemampuan membaca dan berhitung. Pembelajaran diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan awal dan kebutuhan masing-masing siswa.
Berawal dari Pemetaan Kemampuan Siswa
Sebelum pendampingan dilakukan, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengidentifikasi kemampuan awal siswa. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
Dalam aspek literasi, pendampingan mencakup pengenalan huruf, membaca suku kata, kata, hingga kalimat sederhana. Sementara dalam aspek numerasi, siswa dibimbing memahami angka dan melakukan operasi hitung dasar.
Pemetaan kemampuan menjadi bagian penting agar mahasiswa dapat menyesuaikan materi dan tingkat kesulitan pembelajaran dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Belajar Calistung dengan Cara yang Menyenangkan
Pendampingan tidak dilakukan hanya melalui latihan konvensional. Mahasiswa KKN menggunakan berbagai metode interaktif seperti membaca bersama, latihan soal, permainan edukatif, diskusi, hingga pendampingan secara individual.
Pendekatan yang komunikatif membuat siswa memiliki ruang untuk bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahan tanpa merasa tertekan. Mahasiswa juga memberikan bimbingan secara bertahap agar siswa dapat memahami materi sesuai dengan kemampuan mereka.
Melalui suasana belajar yang lebih menyenangkan, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus menumbuhkan motivasi untuk terus belajar.
Evaluasi untuk Memantau Perkembangan
Setiap pertemuan juga disertai evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik. Hasil evaluasi menjadi bahan bagi mahasiswa KKN untuk menentukan materi dan bentuk pendampingan pada pertemuan berikutnya.
Dengan pendampingan yang dilakukan secara rutin, mahasiswa dapat memberikan perhatian lebih kepada siswa yang masih mengalami kesulitan pada kemampuan tertentu, baik dalam membaca maupun berhitung.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik di SDN 03 Panguragan Wetan.
Memperkuat Fondasi Pendidikan Sejak Dini
Ketua Kelompok KKN 50, Muhammad Iwan Ramdhani, bersama tim berharap Program Pendampingan Calistung dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan kemampuan dasar siswa.
Dukungan terhadap kegiatan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Akhsin Rido, M.Pd.I., Kuwu Ali Zaenal Abidin, serta Kepala SDN 03 Panguragan Wetan Zaenal Muttaqin, S.Pd., turut menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pelaksanaan pengabdian mahasiswa.
“Pendampingan calistung ini menjadi salah satu upaya untuk membantu siswa memperkuat kemampuan dasar yang menjadi fondasi bagi proses belajar mereka. Kami berharap anak-anak semakin percaya diri, memiliki motivasi belajar yang baik, dan terus berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 50.
Melalui program yang dilakukan secara rutin dan bertahap tersebut, KKN Kelompok 50 berharap kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa semakin meningkat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya belajar yang aktif, positif, dan menyenangkan di lingkungan SDN 03 Panguragan Wetan.
SDGs yang Relevan
Program ini paling kuat mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya melalui upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar serta menciptakan kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi peserta didik.
Program ini juga dapat dikaitkan dengan SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena pendampingan diberikan kepada siswa yang membutuhkan dukungan tambahan agar memiliki kesempatan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.


