UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 57 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Parenting Berbasis Literasi dan Ekoteologi sebagai Fondasi Pendidikan Karakter Anak di Balai Desa Bayalangu Kidul, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman tentang pola asuh, budaya literasi dalam keluarga, serta penanaman karakter peduli lingkungan kepada anak di tengah tantangan era digital.
Seminar menghadirkan dua narasumber dari Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) DPPKBP3A, yakni Siti Hamidah, S.Pd.I. dan Siti Aisyah, S.Psi. Kegiatan turut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Rosidi Rido, M.A., M.Pd., Ketua Kelompok KKN Putra Danur Fahrizal, serta mendapat dukungan dari perangkat Desa Bayalangu Kidul, termasuk Lebe Labib dan Sugiarto selaku Kuwu Desa Bayalangu Kidul.
Menjadi Orang Tua di Tengah Tantangan Era Digital
Dalam pemaparannya, Siti Hamidah, S.Pd.I. menekankan bahwa pola pengasuhan anak pada masa kini memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kehadiran teknologi dan derasnya arus informasi membuat orang tua perlu memiliki kemampuan untuk mendampingi anak secara lebih aktif.
“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya,” ujar Siti Hamidah.
Menurutnya, orang tua di era digital tidak cukup hanya memberikan nasihat. Anak membutuhkan contoh, pendampingan, sekaligus kehadiran orang tua dalam proses tumbuh kembangnya. Terlebih, informasi yang diterima anak melalui berbagai media tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya sehingga peran orang tua sebagai pendamping dan penyaring informasi menjadi semakin penting.
“Anak zaman sekarang dan zaman dulu berbeda. Menjadi orang tua zaman sekarang tidak mudah karena kita hidup di era digital. Kita harus berperan sebagai orang tua yang mampu mendampingi anak menghadapi zamannya,” jelasnya.
Pola Asuh dan Attachment sebagai Fondasi Rasa Aman Anak
Seminar juga membahas berbagai pola asuh yang dapat diterapkan orang tua, mulai dari otoriter, demokratis, permisif, hingga pola asuh abai. Pola asuh demokratis, misalnya, memberikan ruang komunikasi dua arah antara orang tua dan anak sehingga anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya.
Selain pola asuh, peserta juga dikenalkan dengan konsep attachment atau keterikatan emosional antara anak dan orang tua. Keterikatan tersebut berperan dalam membentuk cara anak memandang dunia dan merasakan keamanan di lingkungan sekitarnya.
Dalam pembahasan tersebut, peserta diperkenalkan dengan beberapa tipe attachment, yakni secure attachment yang ditandai rasa aman karena respons orang tua yang tanggap, anxious attachment atau keterikatan dengan kecemasan, avoidant attachment yang cenderung menghindar akibat minimnya kehadiran emosional, serta fearful attachment yang ditandai dengan rasa takut dalam hubungan.
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan adalah bahwa orang tua tidak dituntut menjadi sosok yang sempurna. Hal terpenting adalah hadir, mendampingi, memberikan teladan, serta menciptakan rasa aman bagi anak.
“Kita tidak harus menjadi orang tua yang sempurna. Kita hanya perlu terus belajar, mendampingi, dan hadir untuk anak-anak kita.”
Perkuat Literasi dan Karakter Peduli Lingkungan
Aspek literasi turut menjadi bagian penting dalam seminar. Orang tua didorong untuk membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga dengan memberikan contoh secara langsung. Anak cenderung lebih mudah belajar melalui apa yang mereka lihat sehingga keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun budaya membaca dan belajar.
Melalui pendekatan ekoteologi, pendidikan karakter juga diarahkan pada pembentukan kepedulian terhadap lingkungan. Anak dikenalkan pada nilai tanggung jawab, kepedulian, dan penghargaan terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama seminar, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Sinergi antara orang tua, masyarakat, dan mahasiswa KKN diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya anak-anak yang literat, berkarakter, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Selaras dengan SDGs
Seminar Parenting KKN Kelompok 57 selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pendidikan karakter dan pembelajaran sepanjang hayat melalui penguatan kapasitas orang tua sebagai pendidik pertama bagi anak.
Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui pengenalan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Penanaman karakter peduli alam dalam keluarga menjadi langkah awal untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, KKN Kelompok 57 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menghadirkan edukasi mengenai pengasuhan, tetapi juga mendorong terbentuknya keluarga yang literat, pola asuh yang lebih responsif, dan generasi yang memiliki karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.


