UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 59 UIN Siber Cirebon menghadirkan pembelajaran kreatif melalui program GELORA (Gerakan Literasi Lingkaran Alfabet) dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di TK Al-Hidayah, Desa Kedungdalem, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan literasi sekaligus menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, mahasiswa KKN memanfaatkan media visual dan praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami serta menyenangkan bagi peserta didik.
GELORA Ajak Anak Kenal Huruf lewat Permainan
Program GELORA berfokus pada pengenalan huruf dan penumbuhan minat anak terhadap kegiatan membaca. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan Smart Alphabet Wheel, berupa roda putar alfabet warna-warni, serta Papan Susun Huruf Vokal yang terdiri atas A, I, U, E, dan O.
Anak-anak diajak memutar roda alfabet, mengenali huruf yang ditunjuk, kemudian mencocokkan dan menyusun huruf vokal maupun konsonan untuk membentuk kata atau suku kata sederhana.
Penggunaan media yang berwarna dan interaktif membuat anak lebih mudah mengenali perbedaan huruf. Selain membantu proses belajar, metode tersebut juga memberikan ruang bagi anak untuk berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.
Guru TK Al-Hidayah, Fira Luwiyana Fajrin, mengapresiasi penggunaan media pembelajaran tersebut.
“Penggunaan media pembelajaran Smart Alphabet Wheel dan Papan Susun Huruf Vokal dalam program GELORA ini sangat inovatif dan bermanfaat. Anak-anak yang tadinya sering bingung membedakan huruf yang mirip kini jadi lebih cepat paham karena huruf disandingkan secara visual, menarik, dan berwarna-warni. Metode ini sangat efektif menjaga fokus anak di kelas serta mempermudah mereka belajar membaca,” ujarnya.
Belajar Kebersihan lewat Simulasi Kuman
Tidak hanya literasi, mahasiswa KKN Kelompok 59 juga mengintegrasikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan tersebut.
Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan tangan serta cara mencuci tangan yang benar. Edukasi dilakukan menggunakan media tangan yang diberi simulasi kuman sehingga anak-anak dapat melihat gambaran sederhana mengenai kuman yang dapat menempel pada tangan.
Mahasiswa kemudian menunjukkan proses membersihkan tangan pada media tersebut hingga simulasi kuman yang sebelumnya terlihat menjadi bersih. Cara ini membantu anak memahami bahwa menjaga kebersihan tangan merupakan kebiasaan sederhana yang penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Fira menilai pendekatan praktik tersebut membuat edukasi PHBS lebih mudah diterima anak-anak.
“Selain itu, edukasi PHBS melalui praktik menggunakan media simulasi kuman juga sangat baik karena anak-anak dapat melihat secara langsung pentingnya menjaga kebersihan tangan dan memahami cara mencuci tangan yang benar,” tambahnya.
Menanamkan Kebiasaan Positif Sejak Usia Dini
Ketua KKN Kelompok 59, Mohamad Abhidzarin Al Ghifari, mengatakan GELORA dan PHBS merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kebiasaan positif sejak usia dini.
“Program GELORA dan PHBS di TK Al-Hidayah merupakan bagian dari upaya KKN Kelompok 59 dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui GELORA, kami menggunakan media pembelajaran yang interaktif agar anak-anak lebih mudah mengenal huruf dan tertarik pada kegiatan literasi,” katanya.
Ia menjelaskan, edukasi PHBS juga dirancang agar anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi dapat memahami materi melalui pengalaman langsung.
“Sementara melalui edukasi PHBS, kami mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan media simulasi kuman agar anak-anak dapat memahami materi secara lebih nyata. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga dapat membantu membentuk kebiasaan literasi serta perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian anak-anak,” lanjutnya.
Kolaborasi untuk Pendidikan Anak yang Lebih Berkualitas
Pelaksanaan GELORA dan PHBS mendapat dukungan dari pihak sekolah serta menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 59 di Desa Kedungdalem. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., turut mendukung pelaksanaan program yang menggabungkan aspek pendidikan, literasi, dan pembentukan kebiasaan hidup sehat tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 59 berharap anak-anak tidak hanya semakin mengenal huruf dan tertarik membaca, tetapi juga mulai membangun kesadaran untuk menjaga kebersihan diri.
Pembelajaran yang interaktif sejak usia dini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk anak-anak yang aktif belajar, percaya diri, serta memiliki kebiasaan positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan GELORA dan PHBS mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education): melalui penguatan literasi dasar dan pembelajaran yang inklusif, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
- SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being): melalui edukasi PHBS, khususnya pengenalan pentingnya kebersihan tangan dan praktik mencuci tangan yang benar.
- SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities): melalui pemberian pengalaman belajar dan pendampingan pendidikan kepada anak sejak usia dini.


