UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 63 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Sosialisasi Literasi Digital Keagamaan bersama wali murid TK As-Salam pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Nass ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak sebagai sarana pendukung pendidikan agama dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak membuat peran orang tua dalam memberikan pendampingan menjadi semakin penting. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 63 mengajak para wali murid untuk memahami cara memilih dan memanfaatkan konten digital yang aman, positif, edukatif, serta sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak.
Diawali Ngaji Bersama dan Pemahaman Surat Al-Fatihah
Kegiatan diawali dengan suasana keagamaan melalui ajakan Umi Yanti selaku Pimpinan TK As-Salam kepada masyarakat dan wali murid untuk mengikuti ngaji bersama. Aktivitas tersebut menjadi pembuka kegiatan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sebelum peserta mengikuti sosialisasi literasi digital.
Setelah ngaji bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dan pembahasan mengenai makna Surat Al-Fatihah. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta dapat memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pembahasan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan keagamaan anak dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan doa, membaca Al-Qur’an, kisah nabi, serta nilai-nilai akhlak melalui berbagai metode yang sesuai dengan perkembangan anak.
Orang Tua Didorong Bijak Mendampingi Anak di Dunia Digital
Memasuki materi utama, mahasiswa KKN Kelompok 63 mengajak para wali murid memahami bahwa penggunaan gadget dan media digital tidak selalu memberikan dampak negatif. Apabila dimanfaatkan dengan tepat dan mendapatkan pendampingan, teknologi dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang mendukung pendidikan anak.
Peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan media digital untuk mengenalkan doa sehari-hari, kisah nabi, membaca Al-Qur’an, serta nilai-nilai keagamaan kepada anak. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih konten yang sesuai dengan usia dan memastikan anak tidak mengakses informasi yang belum sesuai dengan tahap perkembangannya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga mengajak orang tua untuk tidak sekadar memberikan gadget kepada anak, tetapi ikut hadir dalam proses penggunaannya. Orang tua dapat mendampingi anak ketika menonton video edukatif, menggunakan aplikasi pembelajaran, maupun mencari informasi keagamaan di internet.
Pendampingan tersebut menjadi penting karena kemampuan anak dalam memahami dan menyaring informasi masih berkembang. Dengan kehadiran orang tua, penggunaan teknologi dapat diarahkan menjadi aktivitas yang lebih aman, edukatif, dan memberikan manfaat bagi perkembangan pengetahuan maupun karakter anak.
Literasi Digital Tidak Lepas dari Peran Keluarga
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, pemberian contoh pemanfaatan media digital, diskusi, serta sesi tanya jawab. Para wali murid diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak menggunakan gadget.
Melalui dialog tersebut, peserta diajak memahami bahwa literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memilih informasi, memahami manfaat dan risiko konten digital, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Faisal Ilham selaku Ketua Kelompok KKN 63 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua menjadi pendamping yang lebih aktif dalam penggunaan teknologi oleh anak.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai literasi digital, tetapi juga mengajak orang tua untuk hadir dalam proses tumbuh kembang anak. Teknologi dapat menjadi sarana belajar yang baik apabila digunakan dengan pendampingan dan diarahkan pada hal-hal yang positif,” ujar Faisal.
Sementara itu, Umi Yanti selaku Pimpinan TK As-Salam turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baik anak, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan dari Dr. Hj. Hartati, MA selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 63. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program pengabdian mahasiswa dapat memberikan manfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Mendorong Pendidikan Anak yang Aman di Era Digital
Melalui Sosialisasi Literasi Digital Keagamaan, KKN Kelompok 63 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya membangun kesadaran bahwa pendidikan anak di era digital membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan pendidikan.
Orang tua diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai media pendukung pembelajaran, bukan sekadar sarana hiburan. Dengan memilih konten yang tepat dan memberikan pendampingan secara konsisten, media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan nilai-nilai agama sekaligus membangun karakter positif pada anak.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar memahami kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi. Kolaborasi dengan TK As-Salam diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi digital dan pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga.
Selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Kegiatan Sosialisasi Literasi Digital Keagamaan memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Melalui edukasi kepada orang tua mengenai pemanfaatan media digital untuk mendukung pendidikan agama anak, kegiatan ini turut mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Penguatan kapasitas orang tua dalam mendampingi anak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Selain SDG 4, kegiatan ini juga relevan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, terutama dalam mendorong penggunaan informasi secara bertanggung jawab serta membangun lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara aman.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 63 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap masyarakat semakin siap menghadapi tantangan era digital. Teknologi diharapkan tidak menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang positif untuk mendukung pendidikan agama, pembentukan karakter, dan tumbuh kembang anak.


