UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 65 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) Desa Jagapura Kidul menggelar sosialisasi “Stop Bullying” di SDN 2 Jagapura Kidul, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sosialisasi ditujukan kepada siswa SDN 2 Jagapura Kidul dengan materi yang disesuaikan dengan usia peserta. Siswa dikenalkan pada pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi bullying.
Kenali Bullying, Mulai dari Fisik hingga Sosial
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa mengenali berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Perundungan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui ucapan maupun tindakan sosial yang membuat seseorang merasa tersakiti, dikucilkan, atau direndahkan.
Pemahaman tersebut penting diberikan sejak usia sekolah dasar agar siswa mampu membedakan perilaku bercanda dengan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Melalui penyampaian materi dan kegiatan edukatif yang interaktif, mahasiswa KKN berupaya membuat siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan sekaligus menghubungkannya dengan pengalaman mereka sehari-hari.
Berani Berkata “Tidak” pada Bullying
Selain mengenalkan bentuk dan dampak bullying, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai teman dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Mahasiswa KKN mengajak siswa untuk berani mengatakan “tidak” terhadap bullying, baik ketika menjadi korban maupun ketika melihat tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekitar.
Siswa juga diarahkan untuk tidak menghadapi perundungan seorang diri. Jika mengalami atau menyaksikan bullying, mereka didorong untuk melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian sekaligus kepedulian antarsiswa sehingga mereka tidak hanya berperan sebagai individu yang menghindari bullying, tetapi juga mampu menjadi teman yang saling melindungi.
Bangun Budaya Sekolah yang Saling Menghargai
Kegiatan sosialisasi “Stop Bullying” menjadi salah satu langkah KKN Kelompok 65 dalam mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang positif. Budaya saling menghargai perlu dibangun bersama melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga ucapan, menghormati perbedaan, tidak mengejek teman, dan membantu teman yang membutuhkan.
Kepala SDN 2 Jagapura Kidul, Kasban, S.Pd., menjadi salah satu pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi siswa mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.
Dari Edukasi Menuju Sekolah Bebas Bullying
Ketua Kelompok KKN 65, Mohammad Shobri, bersama mahasiswa KKN mengharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) H. Amin Iskandar, Lc., M.Ag. dan Kuwu Desa Jagapura Kidul, Jamhuri Hidayat, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran sosial dan karakter positif anak-anak di Desa Jagapura Kidul.
Melalui edukasi yang diberikan, siswa diharapkan semakin berani menolak bullying, peduli terhadap teman, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Sebab, sekolah yang aman bukan hanya dibangun dengan aturan, tetapi juga melalui keberanian setiap siswa untuk saling menghargai, peduli, dan berkata “tidak” pada bullying.
SDGs yang Relevan
Kegiatan ini paling relevan dengan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education) karena mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Selain itu, kegiatan juga berkaitan dengan SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam membangun budaya damai, mencegah kekerasan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai sejak usia dini.


