UIN Siber Cirebon – Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Kesadaran tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Keluarga dalam Pendidikan Anak yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 69 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Jagapura Lor, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB di Kantor Desa Jagapura Lor tersebut menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan serta perkembangan anak.
Keluarga Menjadi Lingkungan Pendidikan Pertama
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh masyarakat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan anak. Melalui penyampaian materi dan sharing bersama peserta, mahasiswa KKN mengajak masyarakat melihat pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga bagaimana keluarga dapat memberikan pendampingan kepada anak di rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan motivasi, membangun komunikasi, membentuk karakter, serta menciptakan suasana belajar yang positif.
Mahasiswa KKN Kelompok 69 juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan guru. Hubungan yang baik antara keluarga dan sekolah dapat membantu orang tua memahami perkembangan anak sekaligus mendukung proses pembelajaran secara lebih optimal.
Membangun Ekosistem Pendidikan Bersama
Selain keluarga, masyarakat dan pemerintah desa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Lingkungan sosial yang positif dapat membantu anak memperoleh ruang untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi secara sehat.
Kuwu Desa Jagapura Lor, Hidul Asan Santoso, menyampaikan bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari keluarga dan masyarakat. Dengan adanya kerja sama yang baik antara orang tua, guru, pemerintah desa, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan pendidikan anak.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penguatan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari ekosistem yang mengelilingi anak. Peran keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat perlu berjalan secara beriringan.
Sekretaris Desa Jagapura Lor, Bulughul Maram, serta Ketua Kelompok KKN 69, Muh. Cevi Maulana Ramadhan, turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari penguatan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak.
Selaras dengan SDGs
Sosialisasi ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penguatan peran keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar dan perkembangan anak.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama melalui upaya membangun lingkungan masyarakat yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 69 berharap pemahaman yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan belajar, komunikasi yang terbuka, pemberian motivasi, serta perhatian terhadap perkembangan karakter anak diharapkan menjadi kebiasaan bersama.
Pada akhirnya, pendidikan anak bukanlah perjalanan yang hanya dilakukan oleh sekolah. Ketika keluarga, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan bersama, anak memiliki lingkungan yang lebih kuat untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan.


