UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 75 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui program penguatan literasi bagi siswa kelas rendah di SD Negeri 1 Ender dan SD Negeri 2 Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak 6 Agustus 2026 tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dan pengenalan huruf bagi siswa kelas 1, 2, dan 3. Sebanyak 15 mahasiswa KKN Kelompok 75 terlibat dalam pendampingan belajar mengajar, kegiatan literasi, storytelling, edukasi pencegahan bullying, serta pengembangan Pojok Baca sebagai sarana pembelajaran yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pendampingan Belajar untuk Siswa Kelas Rendah
Program penguatan literasi dilaksanakan dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada siswa kelas rendah yang masih membutuhkan dukungan dalam kemampuan membaca dan mengenal huruf. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi tambahan pendamping bagi guru sekaligus menghadirkan suasana belajar yang lebih interaktif.
Kepala SD Negeri 1 Ender, Akromah, S.Pd.SD., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN. Menurutnya, program tersebut memberikan dukungan positif terhadap proses pembelajaran, terutama bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3.
“Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu proses penguatan literasi di kelas 1 sampai kelas 3. Banyak siswa yang masih membutuhkan pendampingan membaca, dan mereka terlihat lebih antusias ketika belajar bersama mahasiswa KKN,” ujarnya.
Di SD Negeri 1 Ender, Pojok Baca dikembangkan di ruang kelas karena sekolah belum memiliki fasilitas perpustakaan. Kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi pelaksanaan kegiatan literasi. Ruang kelas dimanfaatkan sebagai tempat membaca, bercerita, dan melaksanakan pembelajaran interaktif.
Hidupkan Kembali Perpustakaan SD Negeri 2 Ender
Penguatan literasi juga dilakukan di SD Negeri 2 Ender melalui pengembangan Pojok Baca di ruang perpustakaan sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi perpustakaan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal selama kurang lebih tiga tahun.
Mahasiswa KKN melakukan penataan ruang, dekorasi, penyusunan buku, serta mengembangkan berbagai aktivitas literasi agar perpustakaan kembali menjadi ruang yang menarik bagi siswa.
Kepala SD Negeri 2 Ender, Inayatul Maula, S.Pd.SD., mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 75.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 75 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program yang dilaksanakan sangat membantu sekolah dalam menghidupkan kembali budaya literasi, khususnya melalui Pojok Baca di perpustakaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kemampuan membaca siswa serta dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Keberadaan perpustakaan SD Negeri 2 Ender juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Ender. Perpustakaan tersebut dibangun sebagai bentuk penghargaan dari pihak Jepang kepada almarhum Mas Endang Arifin, warga Desa Ender yang pernah bekerja di Jepang dan dikenal karena tindakan heroiknya menyelamatkan anak seorang pejabat Jepang yang hampir hanyut di pantai.
Sebagai bentuk penghargaan, perpustakaan kemudian dibangun di sekolah tempat almarhum pernah menempuh pendidikan, yakni SD Negeri 2 Ender. Karena memiliki nilai sejarah tersebut, mahasiswa KKN berharap fasilitas perpustakaan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Literasi Dikemas Interaktif dan Menyenangkan
Selain pendampingan membaca, KKN Kelompok 75 juga menghadirkan kegiatan storytelling dan edukasi pencegahan bullying. Rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Melalui kegiatan membaca dan bercerita, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengenal huruf dan memahami bacaan, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat, menyimak cerita, serta mengambil nilai positif dari materi yang diberikan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan literasi lebih dekat dengan keseharian siswa dan tidak terbatas pada aktivitas membaca buku semata.
KKN 75 Dorong Program Berkelanjutan
Ketua KKN Kelompok 75, Hizqil Akmalul Fauzy, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan di kedua sekolah menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok.
“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Ender dan SD Negeri 2 Ender memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Antusiasme siswa, dukungan dari kepala sekolah, serta bimbingan para guru membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Kami berharap program Pojok Baca dapat menumbuhkan minat baca siswa dan menjadi sarana belajar yang bermanfaat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Mahasiswa KKN Kelompok 75 berharap keberadaan Pojok Baca dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah setelah program KKN selesai. Kolaborasi antara mahasiswa, kepala sekolah, guru, dan masyarakat menjadi bagian penting agar budaya membaca dapat terus tumbuh dan berkembang.
Wujud Kampus Berdampak melalui Pendidikan Berkualitas
Program penguatan literasi KKN Kelompok 75 merupakan salah satu bentuk implementasi semangat Kampus Berdampak, khususnya melalui kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat.
Program ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Pendampingan belajar, pengembangan Pojok Baca, penguatan kemampuan membaca, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan menjadi kontribusi konkret dalam mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 75 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menghadirkan kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga berupaya meninggalkan fasilitas dan kebiasaan positif yang dapat terus memberikan manfaat bagi siswa SD Negeri 1 Ender dan SD Negeri 2 Ender.
Dengan penguatan literasi yang dilakukan secara kolaboratif, Pojok Baca diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Desa Ender untuk membaca, belajar, berimajinasi, dan mengembangkan potensi mereka.


