UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Tradisi Sedekah Laut (Nadran) yang digelar masyarakat nelayan Blok Tegur, Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir kepada Allah SWT atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan sekaligus momentum mempererat nilai kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut dihadiri oleh para nelayan, Pemerintah Desa Tawangsari, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, serta masyarakat sekitar. Nadran menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir yang rutin diselenggarakan setiap tahun pada periode Juli hingga Agustus.
Ungkapan Syukur atas Rezeki dari Laut
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan penghiasan perahu-perahu nelayan yang akan mengikuti prosesi sedekah laut. Selanjutnya, masyarakat berkumpul untuk melaksanakan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelarungan sesaji berupa makanan dan minuman ke laut. Bagi masyarakat nelayan, tradisi tersebut menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta hasil tangkapan yang melimpah ketika melaut.
Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki, menyampaikan bahwa tradisi sedekah laut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai religius sekaligus sosial yang sangat kuat.
“Tradisi sedekah laut ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mempererat persaudaraan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujarnya.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Tradisi
Ketua Panitia Sedekah Laut menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong para nelayan dan seluruh masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.
“Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong para nelayan dan dukungan masyarakat. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa tradisi ini masih memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Memasuki malam hari, masyarakat kembali berkumpul mengikuti doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan sandiwara rakyat sebagai puncak acara. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan seni budaya lokal yang telah hidup di tengah masyarakat pesisir selama bertahun-tahun.
Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Keikutsertaan mahasiswa KKN Kelompok 10 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui pelestarian budaya lokal. Selain memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung mengenai nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan tradisi Sedekah Laut atau Nadran, masyarakat Desa Tawangsari berharap warisan budaya ini tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai identitas masyarakat pesisir yang sarat akan nilai religius, gotong royong, serta kepedulian terhadap kehidupan bersama.
Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)
Kegiatan ini mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya lokal, SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kehidupan pesisir, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam menjaga tradisi budaya.


