UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 138 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah dan praktik pembuatan ecobrick di SD Negeri 1 Pengarengan, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 sebagai langkah nyata untuk membangun kebiasaan mengelola sampah secara tepat di lingkungan sekolah maupun rumah.
Edukasi tersebut dilaksanakan karena masih terdapat siswa yang belum memahami perbedaan dan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya. Melalui kegiatan yang memadukan materi, demonstrasi, dan praktik langsung, mahasiswa KKN mengajak siswa mengenali pengelolaan sampah dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan.
Kenalkan Pemilahan Sampah hingga Praktik Ecobrick
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai perbedaan sampah organik dan nonorganik beserta contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung pembiasaan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 138 membuat dan menempatkan bak sampah yang dibedakan berdasarkan jenis sampah organik dan nonorganik di lingkungan sekolah.
Siswa kemudian diperkenalkan dengan ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik. Dalam praktiknya, sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat.
Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa ecobrick yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai kerajinan bernilai guna. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami bahwa sampah tertentu masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
Bangun Kebiasaan Peduli Lingkungan Sejak Sekolah
Kegiatan mendapat respons positif dari pihak SD Negeri 1 Pengarengan. Kepala sekolah dan guru turut mendukung edukasi yang diberikan karena kegiatan tersebut memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik kepada siswa.
Pihak sekolah mengapresiasi edukasi pemilahan sampah dan pembuatan ecobrick yang diberikan mahasiswa KKN.
“Kami mengapresiasi kegiatan edukasi pemilahan sampah dan pembuatan ecobrick yang diberikan kepada siswa SD Negeri 1 Pengarengan. Kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Kami berharap kebiasaan memilah sampah dan memanfaatkan limbah menjadi karya yang bermanfaat dapat terus diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.”
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Anggi Yus Susilowati, M.Si. turut mendukung kegiatan yang melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 138 dan seluruh siswa kelas 1–6 tersebut.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya, menjaga kebersihan lingkungan, serta memiliki kreativitas dalam memanfaatkan limbah. Kebiasaan sederhana yang dibangun sejak sekolah diharapkan dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan menjadi bagian dari perilaku hidup bersih sehari-hari.
Edukasi Sampah Dukung Sekolah Berkelanjutan dan SDGs
Program edukasi pemilahan sampah dan ecobrick ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran lingkungan yang memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik kepada siswa.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengenalan pemilahan sampah, pengurangan limbah plastik, serta pemanfaatan kembali sampah melalui ecobrick. Selain itu, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat berkontribusi terhadap SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan siswa juga mencerminkan semangat SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan pengetahuan dan fasilitas pemilahan yang telah diperkenalkan, SD Negeri 1 Pengarengan diharapkan dapat terus mengembangkan budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan.


